Krisis Medis Gaza Kian Akut, WHO: Stok Obat Habis dan 18 Ribu Pasien Gagal Dievakuasi

WHO memperingatkan sistem kesehatan Gaza di ambang kehancuran. Stok medis dasar habis dan 18.000 pasien menunggu evakuasi yang tertunda akibat blokade.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:04 WIB
Warga mengantre untuk mengambil bantuan air bersih sumbangan masyarakat Indonesia yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Gaza, Palestina. ANTARA/HO-Baznas RI.

Warga mengantre untuk mengambil bantuan air bersih sumbangan masyarakat Indonesia yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Gaza, Palestina. ANTARA/HO-Baznas RI.

Matamata.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras terkait krisis pasokan medis yang kian kritis di Jalur Gaza. Keterbatasan akses masuk dan penutupan pintu perbatasan menyebabkan stok obat-obatan hingga peralatan bedah dasar kini dilaporkan hampir habis.

Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di Gaza saat ini dalam kondisi yang sangat rapuh. Persediaan bahan dasar medis yang sangat krusial, seperti kain kasa dan jarum suntik, bahkan sudah tidak tersedia.

"Sistem kesehatan di Gaza masih sangat rapuh. Persediaan obat-obatan penting, perlengkapan trauma, hingga peralatan bedah sangat minim. Krisis bahan bakar juga kian mencekik kapasitas operasional rumah sakit yang tersisa," ujar Balkhy dalam keterangannya, Jumat (6/3).

Bantuan Tertahan di Perbatasan Balkhy menjelaskan, meskipun WHO berhasil memasukkan sebagian kecil pasokan medis dan bahan bakar pada Selasa dan Rabu lalu, volume bantuan tersebut jauh dari kata cukup. Saat ini, banyak truk bantuan masih terjebak di Kota El Arish, Mesir, menunggu izin masuk.

Rata-rata truk bantuan yang masuk ke Gaza tidak lebih dari 200 unit per hari. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan fasilitas medis, Gaza memerlukan setidaknya 600 truk setiap hari.

"Tanpa akses kemanusiaan yang konsisten dan penyaluran pasokan yang aman, pasien di Gaza akan terus menghadapi penundaan pengobatan yang mengancam nyawa," tegasnya.

Layanan Vital Terhenti Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa separuh dari 36 rumah sakit di Gaza masih berhenti beroperasi. Rumah sakit yang masih bertahan kini berjuang keras untuk memberikan layanan vital seperti operasi, dialisis (cuci darah), dan perawatan intensif (ICU) di bawah tekanan krisis listrik.

Kondisi diperparah dengan masih ditutupnya Penyeberangan Rafah, yang merupakan titik keluar utama. Akibatnya, operasi evakuasi medis ditangguhkan sepenuhnya. Berdasarkan data WHO, sekitar 18.000 orang, termasuk anak-anak dengan luka parah dan pasien penyakit kronis, kini tertahan dan menunggu evakuasi medis yang tidak pasti.

WHO mendesak agar jalur bantuan segera dibuka lebar dan bahan bakar diizinkan masuk secara berkelanjutan agar rumah sakit tetap bisa menyelamatkan nyawa di tengah konflik yang masih berlangsung. (Antara)

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB