China Dukung Kedaulatan Iran, Desak AS dan Israel Hentikan Serangan Militer

China kecam serangan AS-Israel ke Iran dan tegaskan dukungan politik bagi kedaulatan Teheran. Simak laporan lengkap evakuasi warga China dan pernyataan terbaru Donald Trump.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:45 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Matamata.com - Pemerintah China menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan Iran pasca-serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Meski demikian, Beijing masih enggan merinci bentuk dukungan konkret lainnya di luar ranah diplomasi dan politik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa serangan militer terhadap Iran merupakan pelanggaran hukum internasional. Beijing menyerukan penghentian segera tindakan militer guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

"Kami mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya. China selalu menganjurkan penyelesaian masalah melalui cara politik dan diplomatik," ujar Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (6/3).

Pernyataan ini muncul menanggapi klaim Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut Rusia dan China terus memberikan dukungan kepada Teheran di tengah gempuran AS-Israel. Namun, saat didesak mengenai bantuan non-politik, Mao Ning tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Keamanan Selat Hormuz dan Evakuasi Warga China juga menyoroti pentingnya stabilitas di Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi global. Beijing mendesak semua pihak menahan diri demi menghindari gangguan ekonomi global yang lebih parah.

Di sisi lain, Mao Ning mengonfirmasi bahwa pemerintah China telah mengevakuasi hampir 300 warga negaranya dari zona konflik. Ratusan warga tersebut tiba di Guangzhou pada 4 Maret lalu melalui Dubai.

Maskapai seperti Air China dan China Southern Airlines juga dilaporkan mulai melanjutkan penerbangan terbatas ke wilayah Teluk untuk proses repatriasi.

Trump: Operasi Militer Tanpa Batas Waktu Sementara itu, situasi di Teheran kian genting. Operasi militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sedikitnya 926 warga sipil.

Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak memiliki batas waktu pasti mengenai durasi perang ini, meski sebelumnya ia memprediksi operasi akan memakan waktu empat hingga lima pekan.

Trump menegaskan tujuan utama serangan ini adalah melumpuhkan program nuklir Iran dan memastikan kepemimpinan Iran di masa depan berada di tangan sosok yang ia sebut "rasional".

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman

Iran sendiri telah merespons dengan meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak (drone) ke wilayah Israel serta sejumlah titik aset militer AS di negara-negara Teluk. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB