Banggar DPR Desak Presiden Prabowo Pimpin Reformasi Sektor Keuangan dan Fiskal

Ketua Banggar DPR Said Abdullah meminta Presiden Prabowo memimpin langsung reformasi sektor keuangan dan fiskal menyusul koreksi peringkat oleh MSCI dan Moody's.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Februari 2026 | 06:00 WIB
Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. ANTARA/HO-Banggar DPR RI

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. ANTARA/HO-Banggar DPR RI

Matamata.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memimpin langsung reformasi sektor keuangan dan fiskal secara menyeluruh. Langkah ini dianggap mendesak setelah tiga lembaga pemeringkat internasional—Morgan Stanley Capital International (MSCI), Goldman Sachs, dan Moody's—mengoreksi peringkat Indonesia di bursa saham dan kredit.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menyatakan bahwa catatan dari lembaga internasional tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki keadaan. Menurutnya, tekanan global ini bisa diubah menjadi peluang melalui kepemimpinan kuat dalam reformasi struktural.

"Krisis tata kelola yang disebutkan sejumlah lembaga tersebut perlu dijawab dengan penataan struktural, baik di sektor keuangan maupun fiskal," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Said menekankan bahwa reformasi di sektor keuangan bertujuan menekan efek rambatan ke sektor lain, terutama pasar obligasi yang menjadi tumpuan pembiayaan APBN. Sementara dari sisi fiskal, Presiden diharapkan memimpin restrukturisasi belanja guna menekan defisit dan mengurangi beban utang.

"Upaya ini sekaligus memitigasi potensi shortfall atau melesetnya target penerimaan pajak dan PNBP tahun ini," tambahnya.

Terkait program prioritas pemerintah, Said berpendapat program tersebut tidak perlu dibatalkan, namun harus dihitung ulang pendanaannya dan diperbaiki tata kelolanya secara teknokratis dengan melibatkan ahli serta partisipasi publik.

Dalam jangka pendek dan menengah, Said mengakui pemerintah masih sulit lepas dari ketergantungan utang baru. Oleh karena itu, peta jalan (roadmap) reformasi fiskal yang jelas sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor asing. Apalagi, Surat Berharga Negara (SBN) tidak bisa terus-menerus mengandalkan likuiditas dari Bank Indonesia dan Himbara.

Lebih lanjut, Said menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia menyarankan perubahan struktural di kedua lembaga tersebut dipimpin langsung oleh Presiden, menyusul langkah beruntun KPK dalam memberantas praktik lancung di bawah Kementerian Keuangan.

Selain itu, Said meminta Presiden memberikan sinyal tegas terkait operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia mengingatkan agar peran Danantara sebagai sovereign wealth fund sekaligus hedge fund dikaji secara cermat.

"Presiden harus memberikan batasan atau 'pagar' yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan Danantara dalam perannya. Jika ini dikomunikasikan dengan baik kepada pemangku kepentingan, kepercayaan investor akan tumbuh," pungkas Said. (Antara)

Baca Juga: Band 'Beringins', Lia Ladysta hingga Saipul Jamil, Rayakan Ultah Hj Erna Alif Rosnayni

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB

KPK umumkan tingkat kepatuhan LHKPN 2025 mencapai 96,24%. Sektor yudikatif hampir 100%, sementara legislatif masih di an...

news | 06:15 WIB