Bulog Pastikan Stok Beras 3,3 Juta Ton Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pastikan stok beras 3,3 juta ton aman untuk Ramadhan & Idul Fitri 2026. Simak rincian bantuan pangan untuk 33,2 juta KPM di sini.

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:15 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah). ANTARA/HO-Bulog

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah). ANTARA/HO-Bulog

Matamata.com - Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis nasional menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Pola pengamanan pasar akan diperketat dengan turun langsung ke lapangan guna memantau pasokan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya akan mengadopsi keberhasilan pola pengamanan saat Natal dan Tahun Baru lalu.

"Bulog akan menerapkan pola yang sama, yakni turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan," ujar Rizal di Jakarta, Rabu (4/2).

Rincian Stok Pangan Nasional Hingga 2 Februari 2026, Bulog tercatat mengelola cadangan beras sebesar 3,3 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 3,22 juta ton dan stok komersial sebesar 95.523 ton.

Selain beras, Bulog juga menyiagakan komoditas strategis lainnya, meliputi:

Gula Pasir: 11.675 ton
Jagung: 53.637 ton
Minyak Goreng: 15.475 kiloliter

Stok ini tersebar di berbagai gudang wilayah Indonesia sebagai instrumen utama dalam mendukung kepastian pasokan menjelang Ramadhan, Idul Fitri, hingga perayaan Imlek.

Penyaluran Bantuan Pangan dan MinyaKita Pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi melalui penyaluran bantuan pangan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

"Total beras yang disalurkan mencapai 664,8 ribu ton dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Ini bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan," jelas Rizal.

Terkait distribusi MinyaKita, Bulog mendapatkan porsi terbesar (70 persen) dari alokasi Domestic Market Obligation (DMO) BUMN Pangan. Pada Februari ini, Bulog menyiapkan pasokan sebesar 30 ribu kiloliter untuk diguyur ke pasar dan pengecer.

Baca Juga: KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa

"Kami pastikan kesiapan operasional agar bantuan pangan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," tegasnya. Bulog berkomitmen menjalankan peran sebagai penyangga pangan nasional demi memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB

KPK umumkan tingkat kepatuhan LHKPN 2025 mencapai 96,24%. Sektor yudikatif hampir 100%, sementara legislatif masih di an...

news | 06:15 WIB