Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana

Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing masih wacana. Simak penjelasan pemerintah soal antisipasi penyalahgunaan AI.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:15 WIB
Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Matamata.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing saat ini masih sebatas wacana. Pemerintah hingga kini belum melakukan pembahasan mendalam atau penggodokan draf regulasi tersebut.

"Masih wacana. Belum (digodok)," ujar Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).

Prasetyo menjelaskan, semangat di balik munculnya wacana RUU ini adalah untuk mendorong platform daring agar lebih bertanggung jawab terhadap konten atau informasi yang mereka sebarluaskan. Ia membantah keras anggapan bahwa aturan ini bertujuan membatasi atau melarang keterbukaan informasi di media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), harus diantisipasi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan merusak.

"Teknologi AI itu jangan sampai dipakai untuk sesuatu yang merusak. Kalau untuk hal positif, kita justru harus melek teknologi dan mengejar ketertinggalan," tambahnya.

Langkah Antisipasi Kepentingan Nasional Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan bahwa pemerintah mulai menyiapkan kajian regulasi ini karena banyaknya disinformasi dari pihak luar yang menyudutkan kepentingan nasional Indonesia.

"Ini tidak hanya di bidang politik, tetapi juga ekonomi, terutama terkait persaingan," ujar Yusril di Jakarta, Rabu (14/1).

Yusril menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada dirinya dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk mengkaji langkah-langkah pembentukan RUU ini. Hal ini merujuk pada praktik di banyak negara yang sudah memiliki undang-undang serupa untuk menangkal propaganda luar negeri.

Meski demikian, Yusril memastikan belum ada draf resmi karena prosesnya masih dalam tahap kajian mendalam untuk memastikan regulasi tersebut tepat sasaran dan tidak mencederai demokrasi. (Antara)

Baca Juga: Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dua kapal tanker Pertamina terjebak di Selat Hormuz akibat konflik Iran-AS. Pemerintah Indonesia intensifkan negosiasi d...

news | 15:00 WIB

BRIN kembangkan Inacell, material MCC dari limbah tandan kosong sawit untuk industri farmasi & pangan. Solusi ramah ling...

news | 14:15 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman puji hakim PN Batam yang tak vonis mati ABK pembawa 2 ton sabu, sebut hakim sudah ...

news | 13:30 WIB

Kabar baik untuk guru madrasah! Kemenag mulai cairkan TPG secara bertahap pekan ini. Simak jadwal penerbitan SKAKPT taha...

news | 12:00 WIB

Komisi Reformasi Polri siapkan rekomendasi besar untuk Presiden Prabowo, mulai dari revisi 32 regulasi internal hingga e...

news | 11:15 WIB

Gus Yahya dan Nusron Wahid beberkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendamaikan konflik Timur Tengah melalui ja...

news | 10:00 WIB

Menaker Yassierli tegaskan THR dan BHR 2026 wajib dibayar tepat waktu. Cek di sini lokasi posko aduan, nomor WhatsApp, d...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto berdiskusi 3 jam dengan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI membahas ancaman geopolitik global ...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan tokoh PBNU, Muhammadiyah, dan MUI di Istana Negara untuk bahas stabilitas nasional d...

news | 07:00 WIB

Menkop Ferry Juliantono menegaskan program Kopdes Merah Putih adalah kunci eksistensi koperasi Indonesia di tengah arus ...

news | 06:15 WIB