Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla

Presiden Prabowo Subianto meminta koreksi desain IKN dengan menambah embung dan sensor panas untuk antisipasi karhutla. Target rampung 2028.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 06:00 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan koreksi pada desain Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menekankan keseimbangan iklim dan mitigasi bencana. Presiden meminta penambahan embung untuk meredam suhu panas di Kalimantan Timur serta sistem antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Kepala Negara sangat memperhatikan aspek fungsional kawasan IKN.

"Bapak Presiden meminta agar desain dan fungsi kawasan diperhatikan, misalnya penambahan embung-embung. Di sana masalah iklim itu pertama panas, kedua ada potensi kebakaran hutan karena wilayahnya banyak hutan," ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo secara khusus meminta Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono untuk menyiapkan langkah preventif terhadap karhutla. Merespons hal itu, Basuki melaporkan rencana penggunaan teknologi sensor panas di titik-titik rawan.

"Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa metode, seperti pemasangan sensor-sensor untuk mendeteksi potensi karhutla. Presiden meminta agar ini terus diuji coba," lanjutnya.

Target Selesai 2028 Selain soal desain, Presiden Prabowo menekankan percepatan pembangunan agar IKN siap menjadi pusat kegiatan politik (Ibu Kota Politik) pada tahun 2028.

Dalam kunjungan kerjanya ke IKN pada Senin (12/1) malam, Presiden memberikan penekanan pada penyelesaian fasilitas untuk lembaga legislatif dan yudikatif.

"Bapak Presiden memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif. Harapannya bisa selesai tahun 2028," jelas Prasetyo.

Saat ini, OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum diminta untuk terus melakukan perbaikan desain dan fungsionalitas secara berkelanjutan guna memastikan proyek ini berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. (Antara)

Baca Juga: Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat...

news | 13:26 WIB

Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat menjaga etika dan kesantunan dalam mengkritik agar tidak berujung laporan pol...

news | 13:23 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi UU. Simak 5 poin penting mulai dari Dana Abadi ...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidik...

news | 12:07 WIB

China kecam penyitaan kapal kargo Iran oleh AS di Selat Hormuz. Di tengah ancaman bom Donald Trump, stabilitas energi gl...

news | 12:02 WIB

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan ...

news | 10:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. T...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump ancam ledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran yang berakhir 22 April tidak diperp...

news | 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4-6% pada 2026 melalui strategi hilirisasi, penguatan ...

news | 07:15 WIB

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ...

news | 06:00 WIB