Anggaran Penataan Gedung Sate Disorot: Legislator Sebut Mirip 'Siluman' dan Tak Transparan"

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, mempertanyakan kejelasan anggaran penataan Gedung Sate yang disebut telah disetujui sejumlah anggota legislatif. Ia mengibaratkan pos anggaran tersebut sebagai "siluman" karena dinilai tidak diketahui

Elara | MataMata.com
Sabtu, 29 November 2025 | 06:00 WIB
Pilar Gerbang Candi Bentar yang merupakan bagian dari penataan Gedung Sate oleh Pemprov Jawa Barat. (ANTARA/Ricky Prayoga)

Pilar Gerbang Candi Bentar yang merupakan bagian dari penataan Gedung Sate oleh Pemprov Jawa Barat. (ANTARA/Ricky Prayoga)

Matamata.com - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, mempertanyakan kejelasan anggaran penataan Gedung Sate yang disebut telah disetujui sejumlah anggota legislatif. Ia mengibaratkan pos anggaran tersebut sebagai "siluman" karena dinilai tidak diketahui oleh seluruh anggota DPRD.

Menurut Maulana, proses pergeseran anggaran untuk membiayai proyek penataan Gedung Sate dilakukan tanpa keterbukaan kepada seluruh legislator.

"Anggaran itu mirip siluman. Banyak pergeseran yang tidak diketahui banyak anggota," ujar Maulana di Bandung, Jumat.

Ia juga menyoroti urgensi proyek tersebut yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai kontradiktif, mengingat sejumlah sektor justru mengalami pemotongan anggaran, termasuk pada Dinas Sosial dan hibah.

"Ini kontras dengan penataan Gedung Sate yang tidak mendesak," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Goena, memastikan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan telah melalui prosedur dan persetujuan sebagaimana aturan.

"Sudah satu paket, jadi pasti sudah diplot," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, penganggaran penataan Gedung Sate mulai mencuat setelah pelantikan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025. Padahal, APBD Jawa Barat 2025 telah disahkan lebih awal, yaitu pada 8 November 2024.

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran memicu perubahan APBD yang dilakukan beberapa kali melalui penerbitan peraturan gubernur. Perubahan berkali-kali tersebut dinilai berbagai pihak sebagai celah masuknya program baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam APBD.

Pendanaan penataan Gedung Sate terbagi dalam dua termin. Termin pertama diambil dari APBD yang telah direvisi melalui pergub. Termin kedua dialokasikan dari hasil perubahan APBD yang disetujui DPRD dan Pemprov Jabar pada 15 Agustus 2025.


Detail Alokasi Anggaran
Termin Pertama:

Baca Juga: Jadi Pocong di Film 'Riba', Fanny Ghassani Merasa Tak Berdaya

Penataan taman luar komplek Gedung Sate: Rp4,1 miliar
Perbaikan atap: Rp398 juta
Pengecatan pagar: Rp150 juta
Pembangunan sumur: Rp160 juta
Penataan taman belakang: Rp399,8 juta
Meubelair adaptasi: Rp3,5 miliar
Konsultansi perencanaan taman luar: Rp483 juta
Konsultansi pengawasan taman luar: Rp346,5 juta
Termin Kedua:

Pekerjaan area parkir: Rp4,4 miliar
Pembangunan gerbang baru: Rp3,9 miliar
Tangga belakang dan atap dak: Rp219,8 juta
Pemeliharaan kantin: Rp398 juta
Pemeliharaan TPS, toilet, dan klinik: Rp325 juta
Pemeliharaan area kantin: Rp372,7 juta
Pemeliharaan pantry gubernur: Rp189 juta
Konsultansi area merokok: Rp94,9 juta
Konsultansi pemeliharaan atap: Rp94,9 juta
Konsultansi area parkir: Rp94,9 juta
Total keseluruhan anggaran untuk penataan Gedung Sate pada dua termin mencapai sekitar Rp19,7 miliar. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR Puan Maharani tegaskan APBN 2026 harus fokus pada lapangan kerja dan daya beli masyarakat. Simak daftar priori...

news | 15:00 WIB

John Herdman siap hadapi tekanan melatih Timnas Indonesia. Ia sebut tekanan fans adalah anugerah dan minta publik sabar ...

news | 14:30 WIB

John Herdman resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. Simak alasannya menolak Jamaika dan Honduras demi visi besar Garuda da...

news | 14:00 WIB

Lemhannas dukung penuh rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia untuk jaga laut Indonesia. Cek spesif...

news | 13:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kunjungi Pakistan untuk perkuat kerja sama militer. Fokus pada pendidikan, SDM pertahanan, da...

news | 13:00 WIB

Pertamina resmi mengintegrasikan RDMP Balikpapan dengan pipa gas Senipah 78 km. Kapasitas produksi BBM melonjak jadi 360...

news | 12:15 WIB

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tegaskan tolak wacana Pilkada lewat DPRD. Sebut hal tersebut langgar Putusan MK d...

news | 09:22 WIB

Pemerintah tetapkan margin fee Bulog 7 persen untuk perkuat distribusi pangan dan kebijakan beras satu harga. Simak penj...

news | 09:15 WIB

KKP percepat pembangunan 35 Kampung Nelayan Merah Putih. Target tuntas Januari 2026 untuk pasok protein ikan program Mak...

news | 08:30 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% sebagai sejarah baru. Simak skema efis...

news | 07:00 WIB