Khofifah Minta Masyarakat Awasi dan Laporkan Pungli di Lingkungan Pemerintah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam upaya pengawasan dan pencegahan praktik pungutan liar (pungli), termasuk jual beli jabatan di lingkungan pemerintah.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 31 Oktober 2025 | 16:30 WIB
Arsip Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pidato sambutan pencanangan program 400 Patriot Integritas Muda (PIM) yang diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (30/10/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jatim.

Arsip Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pidato sambutan pencanangan program 400 Patriot Integritas Muda (PIM) yang diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (30/10/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jatim.

Matamata.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam upaya pengawasan dan pencegahan praktik pungutan liar (pungli), termasuk jual beli jabatan di lingkungan pemerintah.

“Sebentar lagi akan ada pelantikan sekitar 492 pejabat eselon III dan IV. Beritahu saya kalau ada yang main-main dan melakukan jual beli jabatan,” kata Khofifah di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (31/10).

Khofifah menekankan bahwa pungli merupakan bagian dari tindak korupsi yang tidak boleh terjadi di manapun, termasuk di instansi pemerintah. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga integritas dan aktif dalam pengawasan.

Menurutnya, laporan masyarakat terkait dugaan pungli yang disertai bukti akan segera ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum.

“Saya tidak akan melindungi siapa pun yang menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi. Bahkan bagi pejabat yang duduk di depan, jika ada indikasi perilaku koruptif, tolong beri tahu saya,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat pengawasan sekaligus menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Inspektorat Jatim mencanangkan program 400 Patriot Integritas Muda (PIM).

Program tersebut bertujuan menanamkan budaya integritas sejak dini dan memotivasi generasi muda agar memiliki pengetahuan, keterampilan, serta komitmen terhadap nilai-nilai antikorupsi.

Sebanyak 400 pemuda dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur akan bergabung dalam program itu, dan 40 di antaranya akan dipilih menjadi penyuluh antikorupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalian adalah pemuda-pemudi luar biasa yang punya komitmen membangun negeri ini. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan, kesehatan, dan kesuksesan,” tutur Khofifah. (Antara)

Baca Juga: Presiden Prabowo Disambut Hangat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di KTT APEC 2025

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Roadshow Pelangi di Mars mempertemukan cast dan crew dengan penonton, sekaligus membangkitkan imajinasi anak-anak lewat ...

news | 14:13 WIB

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang...

news | 06:00 WIB

Pemerintah China menyatakan keterkejutannya atas keputusan Pemerintah Israel yang memberikan kewenangan penuh kepada mil...

news | 17:18 WIB

Pemerintah Iran secara resmi akan menuntut kompensasi dari Uni Emirat Arab (UEA) atas kerusakan yang dipicu oleh seranga...

news | 17:09 WIB

Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran menyebut nilai-nilai Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai perekat kerukunan...

news | 17:03 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana targetkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kualitas bintang lima dengan harga Rp10 ribu melalu...

news | 13:15 WIB

Wamenham Mugiyanto mendesak transparansi dan koordinasi Polri-TNI dalam kasus kekerasan aktivis KontraS Andrie Yunus aga...

news | 12:00 WIB

Ketua DMI Jusuf Kalla mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Bersama Menlu 8 negara, JK mendesak pembukaan akses...

news | 10:00 WIB

Wamen ESDM Yuliot meresmikan pengaliran gas pipa Cisem 2 sepanjang 302 km. Proyek ini menjamin kepastian energi industri...

news | 09:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya berdiskusi dengan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto untuk menyusun strategi internasionalisasi Ba...

news | 08:00 WIB