Pengamat: Bandar Narkoba Ketar-ketir Usai Prabowo Hadiri Pemusnahan Barang Bukti

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai para bandar narkoba akan merasa ketar-ketir setelah melihat Presiden Prabowo Subianto turun langsung dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba.

Elara | MataMata.com
Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:15 WIB
Pengamat: Bandar Narkoba Ketar-ketir Usai Prabowo Hadiri Pemusnahan Barang Bukti

Pengamat: Bandar Narkoba Ketar-ketir Usai Prabowo Hadiri Pemusnahan Barang Bukti

matamata.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai para bandar narkoba akan merasa ketar-ketir setelah melihat Presiden Prabowo Subianto turun langsung dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba.

“Menurut saya, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di acara pemusnahan barang bukti narkoba bisa dibaca sebagai bentuk keseriusan dan pembuktian komitmen beliau dalam melawan penyalahgunaan narkoba di Indonesia,” kata Iwan di Jakarta, Kamis.

Ia menilai kehadiran Prabowo dalam kegiatan tersebut menjadi pesan kuat kepada publik bahwa negara tidak akan berdiam diri menghadapi kejahatan narkotika.

Menurut Iwan, hal itu juga menjadi simbol satu tahun pemerintahan yang tidak hanya berbicara soal kebijakan, tetapi menunjukkan tindakan nyata untuk melindungi rakyat dari ancaman narkoba yang menggerogoti masa depan bangsa.

“Sejak awal pemerintahannya, Presiden Prabowo telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang tidak hanya memberi instruksi dari belakang meja, tetapi turun langsung untuk memastikan pesan moral dan politiknya tersampaikan kuat ke masyarakat,” ujarnya.

Iwan menambahkan, kehadiran Presiden dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah akan berdiri di garis terdepan dalam perang melawan narkoba. “Ini bukan isu hukum semata, tapi juga perjuangan moral untuk menyelamatkan masa depan generasi Indonesia,” katanya.

Selain itu, Iwan menilai agenda pemusnahan tersebut menggambarkan keberhasilan nyata pemerintahan Prabowo–Gibran pada tahun pertamanya. Dalam periode satu tahun, Polri telah menyita lebih dari 214 ton narkoba senilai hampir Rp30 triliun dan menangkap 65 ribu tersangka. Angka tersebut, kata Iwan, menunjukkan dampak kebijakan yang konkret.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti keberanian Presiden dalam menindak berbagai kasus besar lainnya, mulai dari dugaan korupsi di Pertamina, tambang ilegal, hingga penyitaan ribuan hektare lahan sawit tanpa izin.

“Semua itu menunjukkan pola kepemimpinan yang berani, disiplin, dan berpihak kepada rakyat. Kalau ini terus dijaga, ke depan Indonesia akan memiliki arah pemerintahan yang kuat, bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam moralitas dan ketegasan hukum,” ujar Iwan. (Antara)

Baca Juga: Resmi! Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenhut siapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan karhutla di Jambi yang masuk 6 besar titik panas nasional....

news | 14:30 WIB

KPK memeriksa saksi swasta berinisial SYI untuk mendalami aliran uang suap restitusi PPN di KPP Madya Banjarmasin. Simak...

news | 12:18 WIB

Kemenhut mewajibkan pemegang izin PBPH melakukan langkah ekstra dalam penanganan karhutla untuk mengantisipasi cuaca eks...

news | 12:12 WIB

Komisi III DPR RI menargetkan RUU Perampasan Aset rampung Desember 2026. Dengan sisa waktu efektif 8 minggu, DPR maraton...

news | 08:15 WIB

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengusulkan kenaikan biaya pendaftaran visa kerja H-1B menjadi Rp1,82 miliar per per...

news | 07:00 WIB