"Sorry, Baby": Potret Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual dalam Balutan Komedi Gelap

Sutradara Eva Victor menyuguhkan karya terbaru berjudul "Sorry, Baby", sebuah film yang mengangkat perjuangan penyintas kekerasan seksual dengan pendekatan emosional dan penuh ironi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 09 Juli 2025 | 09:00 WIB
Poster film

Poster film "Sorry, Baby" (ANTARA/HO-KlikFilm)

Matamata.com - Sutradara Eva Victor menyuguhkan karya terbaru berjudul "Sorry, Baby", sebuah film yang mengangkat perjuangan penyintas kekerasan seksual dengan pendekatan emosional dan penuh ironi.

Film ini mengikuti kisah Agnes (diperankan oleh Eva Victor), seorang dosen sastra Inggris yang cerdas dan berprestasi.

Di balik pencapaiannya, Agnes menyimpan trauma mendalam akibat kekerasan seksual yang dialaminya saat masih menjadi mahasiswa.

Ia menjadi korban pembimbing tesisnya, Decker (Louis Cancelmi), dalam sebuah sesi konsultasi akademik.

Dalam menghadapi masa kelam tersebut, Agnes mendapatkan dukungan dari sahabat dekatnya, Lydie (Naomi Ackie).

Persahabatan mereka menjadi elemen hangat yang mengimbangi beban emosional yang diangkat dalam film berdurasi 103 menit ini.

Eva Victor membagi film ke dalam bab-bab berjudul, dengan alur maju-mundur yang menggambarkan hidup Agnes sebelum dan sesudah peristiwa kekerasan seksual.

“Film ini berfokus pada bagaimana kehidupan Agnes setelah tragedi, bukan pada saat kejadiannya,” tulis Antara dalam laporannya.

Menariknya, Victor tidak menampilkan adegan kekerasan secara eksplisit. Sebaliknya, ia memilih untuk menyampaikan kisah itu melalui dialog antara Agnes dan Lydie, yang justru memperdalam dampak emosionalnya.

Pilihan ini memberi ruang bagi penonton untuk memahami trauma dari perspektif penyintas itu sendiri.

Baca Juga: China Tetap Jadi Rujukan Teknologi Kereta Cepat Indonesia

Trauma yang dialami Agnes pun digambarkan dalam berbagai bentuk, mulai dari hilangnya kepercayaan diri hingga dorongan untuk mencelakai diri sendiri.

Film ini juga menyoroti ironi ketidakadilan sistem terhadap korban, salah satunya melalui adegan pemeriksaan medis yang minim empati.

Dalam satu adegan, dokter berkata bahwa korban seharusnya tidak mandi sebelum visum agar hasilnya lebih akurat.

Tidak hanya itu, film ini memperlihatkan bagaimana sesama perempuan justru kurang memberikan dukungan.

Dua staf perempuan dari kampus tempat Decker mengajar hanya menyarankan agar Agnes melapor ke polisi, tanpa memberikan solusi yang lebih manusiawi.

Meski mengangkat tema berat, Victor mengemas "Sorry, Baby" dengan nuansa komedi gelap yang sinis dan tajam. Namun, terdapat beberapa adegan vulgar yang mungkin membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman.

Akting natural antara Victor dan Ackie memberikan napas segar dalam narasi film, memperlihatkan kehangatan hubungan sahabat yang saling mendukung dalam kesunyian dan kesakitan. Karakter pendukung seperti Gavin, tetangga Agnes, turut memberi warna dalam proses pemulihannya.

Kehadiran orang-orang yang awalnya asing menjadi penopang bagi Agnes. Film ini menunjukkan bahwa dukungan bisa datang dari siapa saja, namun juga menggambarkan bagaimana seseorang bisa tumbuh—atau terpaksa tumbuh—saat harus menghadapi semuanya sendiri.

"Sorry, Baby" telah diputar perdana di Sundance Film Festival pada 27 Januari 2025 dan menjadi film penutup di Directors' Fortnight Cannes Film Festival pada 22 Mei 2025. Di Indonesia, film ini akan tayang di bioskop melalui KlikFilm mulai 16 Juli 2025. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta pemudik hubungi Hotline 110 jika ada gangguan keamanan. Polri juga gunakan S...

news | 14:52 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa s...

news | 14:49 WIB

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menegaskan posisi Saudi yang memilih jalur diplomasi dalam konflik Timur Tengah dan men...

news | 12:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi keras kepada para pengusaha batu bara dan minyak sawit mentah (Crude Palm...

news | 07:00 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi ketahanan pangan nasional yang menguat signifikan kepa...

news | 06:45 WIB

Ahli forensik Rismon Sianipar mengakui keaslian ijazah Jokowi dan Gibran setelah penelitian 3 bulan. Ia mengajak Roy Sur...

news | 16:38 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerima kunjungan Director of Public Policy Meta untuk Asia Te...

news | 16:34 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan defisit APBN 2026 bisa tembus di atas 3 persen PDB akibat lonjakan harga miny...

news | 14:15 WIB

Momen hangat Wapres Gibran Rakabuming memeluk Rismon Sianipar di Istana usai permohonan maaf terkait isu ijazah Jokowi. ...

news | 13:15 WIB

KPK ungkap modus Gus Alex (Stafsus Menag) yang arahkan pejabat Kemenag longgarkan aturan haji T0. Kerugian negara mencap...

news | 12:00 WIB