Kanselir Jerman Friedrich Merz: Eropa Siap Dialog Damai Soal Ukraina

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Eropa dan AS siap duduk satu meja dengan Rusia untuk negosiasi damai Ukraina. Bagaimana respons Moskow?

Elara | MataMata.com
Rabu, 17 Juni 2026 | 09:17 WIB
Photo file: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (dua kanan), Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan), Kanselir Jerman Friedrich Merz (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbincang di No. 10 Downing Street setelah pertemuan mereka di London, Inggris, Minggu (7/6/2026). ANTARA/Xinhua/Stephen Chung/aa.

Photo file: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (dua kanan), Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan), Kanselir Jerman Friedrich Merz (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbincang di No. 10 Downing Street setelah pertemuan mereka di London, Inggris, Minggu (7/6/2026). ANTARA/Xinhua/Stephen Chung/aa.

Matamata.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Eropa siap membuka pintu komunikasi dan berunding dengan Rusia guna menyelesaikan konflik di Ukraina secara damai. Pernyataan ini menegaskan posisi Eropa yang ingin terlibat aktif dalam proses diplomasi.

"Kami siap untuk melakukan negosiasi damai," ujar Merz dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Prancis, Selasa (16/6/2026).

Merz menekankan bahwa dalam potensi perundingan masa depan, Eropa tidak boleh absen dan harus mengambil peran mendampingi Amerika Serikat. Menurutnya, format diplomasi yang ideal harus melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan langsung.

"Kami selalu berada di posisi ini: Ukraina, Rusia, Eropa, dan AS harus duduk bersama di satu meja perundingan. Hari ini, hal tersebut sama sekali bukan lagi subjek perdebatan," tegas Merz.

Meski membuka peluang dialog, Merz menggarisbawahi bahwa posisi tersebut tidak akan menyurutkan komitmen Barat. Ia memastikan Eropa akan terus meningkatkan dukungan serta bantuan bagi Ukraina yang tengah menghadapi invasi.

Langkah diplomasi ini tampaknya masih membentur tembok tebal. Merespons sinyal dari Eropa, Kementerian Luar Negeri Rusia justru melayangkan tudingan miring. Moskow menilai Uni Eropa tidak sepenuhnya berkomitmen terhadap perundingan damai karena masih menunjukkan sikap yang bermusuhan terhadap Rusia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ukraina mengklaim serangan militernya ke 16 kilang minyak berhasil memangkas produksi minyak Rusia ke level terendah tah...

news | 08:00 WIB

Kemnaker mengimbau peserta MagangHub Batch III Angkatan I segera melengkapi syarat administrasi sebelum 18 Juni 2026 dem...

news | 07:00 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB