Karya Bernadya Disebut Plagiat Lagu Taylor Swift, Penyanyi Muda Ini Buka Suara: 'Capek Klarifikasi Terus'

Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Bernadya, baru-baru ini ramai diperbincangkan setelah dituduh menerjemahkan lirik lagu Taylor Swift untuk karya miliknya. Tuduhan tersebut mencuat di media sosial, memicu perdebatan di antara para penggemar musik

Elara | MataMata.com
Rabu, 14 Mei 2025 | 11:45 WIB
(Instagram/Bernadya)

(Instagram/Bernadya)

Matamata.com - Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Bernadya, baru-baru ini ramai diperbincangkan setelah dituduh menerjemahkan lirik lagu Taylor Swift untuk karya miliknya. Tuduhan tersebut mencuat di media sosial, memicu perdebatan di antara para penggemar musik Tanah Air maupun penggemar musisi internasional.

Bernadya pun akhirnya angkat bicara, menegaskan bahwa karya-karyanya lahir dari inspirasi pribadi, bukan hasil terjemahan atau penjiplakan.

Awal mula polemik ini terjadi ketika sejumlah warganet menyoroti kemiripan tema dan diksi dalam lirik lagu Bernadya dengan salah satu lagu milik Taylor Swift. Mereka berasumsi bahwa penyanyi muda ini hanya menggubah dan menerjemahkan karya musisi pop dunia tersebut.

Komentar-komentar miring pun membanjiri akun media sosial Bernadya. Menanggapi tudingan tersebut, ia mengaku sudah lelah harus selalu memberikan penjelasan.

"Saya capek harus klarifikasi terus setiap lagu aku dibilang terjemahan atau niru lagu orang lain," ungkap Bernadya dalam salah satu pernyataannya kepada awak media.

Bernadya juga menegaskan, setiap proses kreatif yang ia lakukan lahir dari pengalaman pribadi, bukan sekadar mencomot karya orang lain. Ia menilai tudingan tersebut tidak hanya melecehkan karyanya, tetapi juga merugikan proses kreatif para musisi yang berjuang untuk orisinil dalam berkarya.

"Ketika lagu saya dituduh hasil terjemahan padahal nggak, rasanya sakit dan jujur ini juga merugikan saya sebagai musisi yang berkarya dari pengalaman pribadi," ujar Bernadya. Ia menambahkan, meski mengidolakan banyak musisi luar negeri, termasuk Taylor Swift, kreativitasnya selalu datang dari perjalanan hidup dan pengamatan terhadap sekeliling.

Bernadya [Instagram/bernadyaribka]
Bernadya [Instagram/bernadyaribka]

 

Lebih lanjut, Bernadya berharap masyarakat dan netizen bisa lebih objektif sebelum melontarkan tuduhan yang tak berdasar. Ia juga mengajak para pendengar musik untuk lebih menghargai proses panjang yang dilalui seorang musisi hingga bisa menghasilkan sebuah lagu.

"Setiap karya itu punya cerita, pengalaman, dan perasaan sendiri. Kalau cuma karena liriknya sama-sama soal patah hati lalu dibilang plagiat, menurut saya itu nggak adil. Saya berharap orang mau lebih terbuka dan menghargai proses," tegasnya lagi.

Baca Juga: Sosok Tommy Kurniawan: Dari Aktor ke Legislator, Tegaskan Skakmat untuk Ahmad Dhani di Sidang MKD DPR RI

Tudingan plagiat di industri musik memang bukan hal baru. Berulang kali, musisi Tanah Air maupun internasional harus menghadapi tuduhan tidak menyenangkan seperti ini meski tanpa bukti yang jelas. Kondisi serupa kini dialami Bernadya, yang harus berulang kali memberikan klarifikasi dan membela hasil karyanya sendiri.

Walau demikian, Bernadya memastikan tidak akan menyerah dan berhenti berkarya. Ia tetap bersemangat menciptakan lagu-lagu baru dan berjanji tetap jujur serta konsisten dengan warna musik yang ia pilih. "Saya akan tetap berkarya dengan caraku sendiri. Selama lagu itu murni dari pengalaman dan perasaan saya, insya Allah hasilnya akan sampai ke hati pendengar," pungkasnya.

Kasus yang menimpa Bernadya kembali menyoroti pentingnya edukasi soal hak cipta dan apresiasi terhadap karya seni di Indonesia. Tuduhan plagiat tanpa dasar dapat menurunkan semangat pelaku seni dan merusak reputasi yang sedang mereka bangun. Melalui klarifikasi ini, Bernadya berharap polemik segera mereda dan publik bisa lebih bijak dalam menilai karya musik Tanah Air.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Perum Bulog bakal bangun gudang 2-3 hektare di Kampung Haji Arab Saudi. Fasilitas ini akan jadi kawasan berikat untuk du...

news | 17:15 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung siapkan insentif pajak bagi mal yang beri diskon selama Ramadan 2026. Simak cerita Pramono so...

news | 17:15 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco meminta pemerintah menunda impor 105 ribu mobil dari India. Simak alasan penundaan dan rinci...

news | 16:00 WIB

Kemenkeu melaporkan pembiayaan utang Januari 2026 sebesar Rp127,3 triliun. Simak detail realisasi APBN dan alasan penuru...

news | 15:15 WIB

BGN bantah kabar pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sahur. Simak jadwal resmi distribusi MBG selama Ramadan 1447 ...

news | 14:15 WIB

LPPOM MUI kritik potensi pengecualian sertifikasi halal dalam MoU dagang RI-AS. Seskab Teddy tegaskan aturan halal tetap...

news | 11:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di bank hingga September 2026 untuk ja...

news | 10:15 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi laporkan fasilitas jet pribadi dari OSO ke KPK. Simak alasan Menag laporkan dugaan gratifika...

news | 09:00 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perintahkan usut tuntas kasus oknum Brimob Bripda MS yang aniaya anak hingga tewas...

news | 08:15 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen terlalu tinggi bagi parpol. Simak ...

news | 07:00 WIB