Isu Boikot Dewa 19, Ello Angkat Bicara: 'Musik Harusnya Jadi Ruang Pemersatu'

Gonjang-ganjing terkait ancaman boikot terhadap grup musik legendaris Dewa 19 akibat perilaku Ahmad Dhani, kembali menjadi sorotan di tengah jagat hiburan Tanah Air.

Elara | MataMata.com
Kamis, 08 Mei 2025 | 18:15 WIB
Marcello Tahitoe

Marcello Tahitoe

Matamata.com - Gonjang-ganjing terkait ancaman boikot terhadap grup musik legendaris Dewa 19 akibat perilaku Ahmad Dhani, kembali menjadi sorotan di tengah jagat hiburan Tanah Air.

Respons menarik pun datang dari Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello, vokalis Dewa 19 saat ini. Alih-alih larut dalam panasnya isu, Ello justru mengajak publik untuk memandang musik sebagai wadah pemersatu, bukan pemicu konflik baru.

Seperti yang diketahui, isu boikot ini bergulir setelah Ahmad Dhani, musisi sekaligus pentolan Dewa 19, menuai sorotan karena sikap dan pernyataannya yang dinilai sebagian pihak menimbulkan kontroversi.

Tak sedikit grup masyarakat yang secara terbuka menyerukan agar Dewa 19 tidak diundang tampil di sejumlah daerah ataupun acara tertentu. Namun, di tengah ramainya pro dan kontra di media sosial, Ello tampil memberi pandangan yang lebih sejuk.

Dalam keterangannya, Ello menegaskan bahwa musik harusnya menjadi jembatan pemersatu perbedaan, bukan alat perpecahan.

"Menurut aku, musik itu medianya menyatukan semua orang dari berbagai kalangan. Jadi, sebenarnya musik enggak ada hubungannya dengan politik ataupun urusan-urusan lain yang di luar itu," tutur Ello seperti diberitakan InsertLive pada Rabu (8/5/2025).

Marcello Tahitoe (Instagram @marcello_tahitoe)
Marcello Tahitoe (Instagram @marcello_tahitoe)

 

Ello sendiri juga mengungkapkan bahwa setiap individu, termasuk Ahmad Dhani, memang berhak menyampaikan opini atau pandangannya masing-masing.

Namun, ia berharap masyarakat tetap bisa membedakan antara pernyataan pribadi seorang anggota dengan karya besar yang sudah lama dibangun oleh Dewa 19 sebagai sebuah band.

"Kalau satu orang punya pendapat A, bukan berarti semua orang atau grupnya pasti seperti itu juga. Kadang-kadang orang langsung menggeneralisasi dan menurut saya itu enggak adil," lanjut Ello menanggapi isu yang berkembang.

Baca Juga: Nino Fernandez dan Steffi Zamora Curi Perhatian Hadiri Akad Nikah Luna Maya, Potret Kebersamaan Tuai Sorotan"

Musisi kelahiran 1983 itu juga menegaskan, karya-karya Dewa 19 sudah menjadi bagian perjalanan penting musik Indonesia, bahkan banyak generasi yang tumbuh ditemani lagu-lagu mereka.

Baginya, haram hukumnya musik dan karya seni dijadikan alat boikot lantaran satu-dua hal personal yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan proses kreatif maupun pesan utama dalam musik itu sendiri.

"Karya dan perjalanan panjang Dewa 19 sudah menginspirasi begitu banyak orang. Spirit itulah yang ingin aku jaga, supaya musik tetap menghadirkan kebaikan, bukan malah dipakai untuk menyulut sentimen negatif," ujarnya.

Meskipun tak memungkiri bahwa polemik di luar musik bisa berdampak pada karier bermusik, Ello tetap mengajak semua pihak agar lebih bijak menanggapi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu berlandaskan fakta.

Baginya, peristiwa serupa harus menjadi pelajaran penting bagi para musisi dan penikmat musik agar lebih dewasa dalam melihat perbedaan.

"Harapannya ya, semoga kita semua bisa lebih dewasa dan jangan gampang menghubungkan sesuatu secara berlebihan. Setiap orang punya sisi masing-masing, dan musik biarlah tetap menjadi ruang untuk membawa kedamaian dan inspirasi," pungkas Ello.

Di tengah pro-kontra yang masih berlangsung, suara Ello menawarkan perspektif alternatif; bahwa menghargai karya seni tak harus sama dengan membenarkan seluruh sikap seniman. Isu boikot ini bukan hanya soal Dewa 19, tetapi juga menguji kematangan masyarakat dalam menyikapi perbedaan sudut pandang seorang publik figur.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global s...

news | 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB