Ramai Soal Pejuang PPP yang Dukung Paslon Nomor Urut 2, Romy: Upaya Melawan Partai

Koordinator Nasional Pejuang PPP, Witjaksono menyebutkan bahwa dukungan kader yang mengatasnamakan PPP ini sudah dipertimbangkan

Baktora | MataMata.com
Jum'at, 19 Januari 2024 | 14:52 WIB
Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy atau Romy saat memberi paparan. (Instagram/@romahurmuziy)

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy atau Romy saat memberi paparan. (Instagram/@romahurmuziy)

Matamata.com - Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP yang juga Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud, Muhammad Romahurmuziy, menyatakan bahwa tindakan kader yang mengatasnamakan pejuang PPP yang menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran dapat dianggap sebagai bentuk resistensi terhadap kebijakan partai.

Romy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa jika ada beberapa individu yang mendeklarasikan dukungan kepada paslon lain dengan menggunakan nama PPP, hal tersebut tidak mencerminkan kebijakan resmi DPP, bahkan bertentangan dengan arahan partai.

"Itu bisa dibilang melawan kebijakan DPP Partai," ujar Romy dikutip Jumat (19/1/2024).

Meskipun PPP secara resmi mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD sesuai keputusan Rapimnas VIII di Jakarta (19/10/2023), Romy menilai deklarasi Pejuang PPP terhadap Prabowo-Gibran tidak mendapat dukungan yang signifikan.

"Itu hanya segelintir saja yang mendukung (Prabowo-Gibrna) di dalam partai," terangnya.

Romy bahkan menganggap tindakan tersebut sebagai upaya media gimik yang mencoba mengklaim dukungan dari sebagian besar kader PPP di seluruh Indonesia, padahal hanya melibatkan sedikit orang.

Seperti diketahui, kelompok yang disebut sebagai Pejuang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran. Alasannya ingin memajukan NKRI dan memperhatikan tantangan ekonomi, geopolitik, dan keamanan global.

Capres Prabowo-Gibran. [Dok.Istimewa]
Capres Prabowo-Gibran. [Dok.Istimewa]

 

Koordinator Nasional Pejuang PPP, Witjaksono menyebutkan bahwa dukungan kader yang mengatasnamakan PPP ini sudah dipertimbangkan matang-matang oleh kiayi, alim ulama dan kader-kader di daerah.

"Dengan tegas kami Pejuang PPP mendukung Pak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029," ujar dia.

Baca Juga: Koalisi Anies-Ganjar Berpotensi Besar Tumbangkan Prabowo di Pilpres 2024, Ini Hitung-hitungannya

Pecahnya beberapa dukungan partai terhadap paslon menjelang pemungutan suara ini kerap ditemui. Hal itu merupakan dinamika politik yang terjadi.

Meski kerap terjadi di dalam partai, dukungan yang berbeda dari kesepakatan atau rapimnas partai dianggap tak mempengaruhi suara besar di dalam partai sendiri.

Bahkan Romy menekankan bahwa dukungan tersebut bukan representasi resmi dari PPP dan hanya merupakan pandangan sekelompok kecil dalam partai.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Bapanas rampungkan uji sampel dan sertifikasi mutu untuk ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia. Bulog pastikan harga jua...

news | 10:15 WIB

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB