Kasus Penambangan di Wadas Rugikan Masyarakat, Ganjar Pranowo justru Tantang Lawan Ungkit di Debat Capres

Warga sepakat menolak penambangan batu andesit di Desa Wadas karena berdampak merusak lingkungan.

Baktora | MataMata.com
Senin, 15 Januari 2024 | 12:51 WIB
Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo. [Dok.Antara]

Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo. [Dok.Antara]

Matamata.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo tak takut jika suatu saat kasus Wadas di Jawa Tengah (Jateng) yang penuh gesekan warga dan aparat dibahas dalam debat capres. Bahkan mantan Gubernur Jateng ini terang-terangan meminta lawan dan capres lain mengungkit ketika debat nanti.

Bukan tanpa alasan, Ganjar Pranowo mengklaim memiliki catatan dan data yang akurat, mengapa ia setuju agar penambangan itu dijalankan.

"Sebaiknya [kasus Wadas] itu dibahas. Saya bercerita ke teman-teman dan relawan terkait pertanyaan semen Rembang yang saya selesaikan, meski itu bukan program Pemprov, tapi kita selesaikan, itu BSN, karena kami dilatih bertanggungjawab ya kita selesaikan, insyallah bisa selesai," ungkap Ganjar dikutip Senin (15/1/2023).

Ganjar mengaku bahwa program penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo itu sudah diperhitungkan. Bahkan pemerintah pusat sudah terstruktur mendanai proyek tersebut, meski mendapat kecaman warga.

Ganjar mengatakan bahwa sebelumnya ia juga pernah menolak beberapa penambangan di wilayah Jateng. Hal itu menyusul dengan tak lengkapnya syarat dan resiko kerusakan lingkungan yang ditimbulkan jika ia mengizinkan.

"Tahukan kalian, saya pernah menolak semen yang di Kebumen. Saya tolak semen yang di Rembang, tapi bukan yang itu. Saya tolak tambang emas di Wonogiri. Karena tidak memenuhi syarat lingkungan," terang dia.

Ganjar mengkonklusikan bahwa yang ia kerjakan ini sudah memenuhi syarat. Termasuk proyek negara untuk pembangunan suatu kawasan, meski hal itu berbuah sentimen negatif.

Seperti diketahui, kasus Wadas terjadi berepisode yang cukup panjang selama 2022-2023. Warga Desa Wadas, menolak pemerintah menambang batu-batuan di wilayah tersebut yang nantinya digunakan untuk melanjutkan proyek Bendungan Bener di Purworejo.

Penolakan tersebut segaris terhadap kerusakan lingkungan yang akan timbul jika penambangan dipaksakan. WALHI dan pengamat lingkungan sudah memberi masukan dampak besar yang akan terjadi.

Meski begitu, tidak ada titik temu warga dan pemerintah hingga aparat diterjunkan dengan dalih bahwa proyek tersebut adalah program negara.

Baca Juga: Keceplosan Minta Menangkan Prabowo di Depan Pendukung Ganjar, Putri Hary Tanoe Cengengesan: Keselip

Intimidasi serta gesekan warga dan polisi tak terhindarkan di pertengahan 2022 lalu. Bahkan tak jarang warga memblokade jalan agar pihak penambang tak bisa mengakses jalan menuju lokasi tersebut.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemberantasan korupsi adalah ajaran agama dalam peringatan Nuzulul Qur'an 2026 di I...

news | 10:15 WIB

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) instruksikan kader dan Panji Bangsa untuk perjuangkan keadilan rakyat. Simak...

news | 09:15 WIB

Yogyakarta kian mantap sebagai pusat industri kreatif, terbukti lewat ekspor kerajinan ramah lingkungan Indo Risakti ke ...

news | 09:14 WIB

Indo Risakti asal Yogyakarta ekspor kerajinan enceng gondok dan pelepah pisang ke Prancis dan London, dengan dukungan pe...

news | 08:55 WIB

Presiden Prabowo Subianto gelar rapat maraton untuk pastikan harga sembako stabil dan stok BBM aman menjelang Idulfitri ...

news | 08:15 WIB

Pemerintah resmi mengimbau penundaan keberangkatan umrah akibat konflik di Timur Tengah. Simak penjelasan Wamen Haji Dah...

news | 07:00 WIB

Prof. Quraish Shihab memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Ne...

news | 06:00 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung resmi menghentikan praktik open dumping di Zona 4A TPST Bantargebang menyusul instruksi Mente...

news | 15:41 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong percepatan hilirisasi riset kampus di bidang pangan dan energi guna hadapi dampak ...

news | 15:06 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan tinjau MBG di Jepara. Distribusi sekolah umum capai 97%, sementara madrasah ditargetkan tunt...

news | 14:58 WIB