Anies Baswedan Sebut Masyarakat Kalimantan Tak Butuh Pembangunan IKN Nusantara, Ini yang Diharapkan

Anies Baswedan mengatakan bahwa Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, membutuhkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bukan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Riki Chandra | MataMata.com
Kamis, 11 Januari 2024 | 16:49 WIB
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat berbicara pada acara Desak Anies di Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kaltim, Kamis (11/1/2024). [Dok.Antara]

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat berbicara pada acara Desak Anies di Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kaltim, Kamis (11/1/2024). [Dok.Antara]

Matamata.com - Calon presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengatakan bahwa Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, membutuhkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bukan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang hanya akan menguntungkan pegawai pemerintah.

"Jangan kita membangun sesuatu seakan-akan seperti mengalihkan perhatian dari persoalan yang sesungguhnya ada di tempat ini," ujar Anies saat menjawab pertanyaan moderator tentang masa depan Kalimantan dalam agenda Desak Anies 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (11/1/2024).

Anies mengatakan, polemik soal lingkungan itu nyata di Kalimantan. Bahkan, jika sudah masuk musim hujan, air Sungai Mahakam naik sehingga terjadi banjir dimana-mana.

"Saya melihat ada kebutuhan yang harus saya selesaikan yang lebih urgen daripada membangun satu tempat yang hanya digunakan untuk kegiatan pegawai pemerintah," katanya.

Anies mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IKN sebaiknya digunakan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kalimantan.

Misalnya, infrastruktur transportasi seperti jalur kereta api yang menghubungkan Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Tarakan.

"Saat ini Kalimantan itu tidak tersambungkan. Untuk pergi ke Banjarmasin harus terbang ke Surabaya. Dari Pontianak untuk pergi ke Samarinda harus transit ke Jakarta. Kenapa? Karena tidak disambungkan satu kesatuan," ucap Anies.

"Begitu transportasi tersambung, perekonomian terhubung maka kemajuan akan terjadi di Kalimantan," imbuhnya.

Anies juga menyoroti masalah pendidikan dan kesehatan di Kalimantan yang masih memprihatinkan. Ia mengatakan bahwa ada ribuan bangunan sekolah yang kondisinya rusak di Kalimantan dan harus segera dibangun agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan layak.

"Lalu kesehatan. Jadi, hal-hal mendasar ini yang menurut saya jauh lebih penting," katanya.

Baca Juga: Romantis! Armand Maulana Dan Dewi Gita Rayakan Anniversary Ke-30

Anies menambahkan bahwa bagi sebagian orang di Jakarta sering tidak bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Ia bersyukur masyarakat Samarinda bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan.

Anies juga menambahkan bahwa pembangunan di Kalimantan harus merata dan tidak hanya terpusat di satu lokasi.

Ia berjanji jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024 akan memastikan kondisi Kalimantan lebih maju dan rakyatnya merasakan kesejahteraan.

"Dan bukan hanya satu lokasi, tetapi semua lokasi yang ada di Kalimantan. Tempat ini terlalu kaya dengan sumber daya alamnya, namun untuk penduduknya masih banyak yang belum menikmati hasil pembangunan," tuturnya.

KPU RI telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres pada Pemilu 2024, yakni nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dubes Rusia Sergei Tolchenov ajak pelajar Indonesia kuliah di MGIMO melalui jalur beasiswa. Cek peluang beasiswa S1 hing...

news | 06:00 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pengisian tiga jabatan kosong di Dewan Komisioner...

news | 15:30 WIB

Pemerintah merespons cepat desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Indonesia menarik diri dari keanggotaan Bo...

news | 14:30 WIB

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menekankan pentingnya kepemimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJ...

news | 13:30 WIB

Indonesia suarakan keprihatinan mendalam atas serangan Israel di Gaza. Presiden Prabowo tempuh diplomasi jalur tertutup ...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digel...

news | 11:57 WIB

Hashim Djojohadikusumo tegaskan Kementerian PKP strategis dorong ekonomi 8%. Simak detail proyek 141.000 unit rusun subs...

news | 11:30 WIB

Kemenag gandeng 4 lembaga di Mesir dalam CIBF 2026 untuk distribusi Al-Quran dan literasi Islam moderat. Simak poin pent...

news | 10:30 WIB

Kementerian PU kebut pembangunan Puskesmas Darurat Lokop dan Laklak di Aceh pasca-banjir bandang. Target rampung Februar...

news | 09:15 WIB

Anggota DPR Asep Wahyuwijaya ungkap potensi hemat Rp50 triliun dari perampingan 1.000 anak usaha BUMN. Simak skema penat...

news | 08:15 WIB