Gibran Rakabuming Raka Janji bakal Ikuti Aturan KPU di Debat Ketiga, Seberapa Penting Memberi Semangat ke Pendukung?

Gibran Rakabuming Raka cukup disorot dengan aksi-aksi tambahan ketika mengajak pendukung bersorak.

Baktora | MataMata.com
Jum'at, 05 Januari 2024 | 15:27 WIB
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka di debat cawapres, Jumat (22/12/2023). (Instagram/@prabowo)

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka di debat cawapres, Jumat (22/12/2023). (Instagram/@prabowo)

Matamata.com - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, akan mematuhi pedoman Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait aturan-aturan dalam debat capres-cawapres yang akan dihelat pekan ini.

Gibran yang sempat melakukan tudingan aksi provokasi seperti mengangkat tangan dianggap mengganggu berjalannya debat. Tak hanya itu penggunaan singkatan dalam debat calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2024 akan dibatasi.

Lantas, apakah sosok pemimpin dari kalangan muda ini benar-benar akan mematuhi aturan tersebut?. Di sisi lain semangat dari para pendukung lebih kurang memberikan suasana debat menjadi lebih hidup dan menambah kepercayaan diri paslon.

Tentunya, mematuhi aturan adalah salah satu hal yang penting dilakukan ketika debat nanti. Kendati begitu, Gibran mengatakan akan melakukan hal yang dilarang dan diizinkan di debat-debat selanjutnya.

"Saya akan mengikuti aturan yang ditetapkan," ujarnya singkat dikutip, Jumat (5/1/2024).

Ketentuan ini berkaitan dengan partisipasinya dalam debat kedua cawapres Pemilu 2024 di JCC Senayan, Jakarta, pada 22 Desember 2023. Pada kesempatan tersebut, Gibran menggunakan istilah SGIE tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai singkatan tersebut.

Gibran mengutarakan kepanjangan SGIE saat mengajukan pertanyaan kepada pesaingnya, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar. Muhaimin sendiri menyatakan ketidakpahamannya terhadap SGIE dan meminta Gibran untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam konteks debat cawapres, SGIE merujuk pada State of the Global Islamic Economy. Penggunaan singkatan ini menimbulkan perdebatan di masyarakat karena belum dikenal secara luas.

Dengan memperhatikan hal tersebut, KPU berkomitmen untuk mengoptimalkan peran moderator dalam debat selanjutnya agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, KPU akan meminta bantuan dari liaison officer (LO) setiap pasangan calon untuk memberikan arahan atau briefing terkait aturan tersebut.

Tak hanya soal penggunaan singkatan yang awam di telinga masyarakat, termasuk juga aksi-aksi tambahan yang pernah ia lakukan ketika mengajak pendukungnya bersorak lebih kencang.

Baca Juga: Viral Video Personel Satpol PP Garut Butuh Pemimpin seperti Gibran Rakabuming Raka, Ternyata Ada Fakta Ini di Baliknya

Aksi angkat tangan tersebut dituding justru dianggap membuat provokasi, meski tak sepenuhnya membuat tim pendukung berteriak secara brutal. Gibran menegaskan kembali kewajarannya untuk mengikuti aturan KPU itu.

"Saya akan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh KPU," katanya.

Namun membahas soal memberi semangat pendukung untuk paslon yang sedang bertarung gagasan memang seperti dua mata pisau. Pertama mampu memberikan semangat dan kepercayaan diri kandidat ketika di atas panggung. Hal ini tentu dibutuhkan dalam beberapa kompetisi.

Namun di sisi lain, hal ini juga dianggap mengganggu kandidat lain ketika menjawab. Ciutnya nyali hingga kepercayaan diri yang menurun bisa saja terjadi.

Namun begitu, level para paslon capres nanti sudah dalam kondisi siap tampil, dengan kata lain bagaimana pun kondisinya, debat tersebut adalah momentum mereka menunjukkan penampilannya dalam mempersuasi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan pada 14 Februari 2024 mendatang.

Seperti diketahui, debat ketiga capres-cawapres ini nantinya dihelat pada Minggu (7/1/2024) pukul 19.00 WIB.

Debat sendiri dilaksanakan di Istora Senayan dan mengangkat tema besar seputar pertahanan, keamanan, geopolitik dan politik luar negeri.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI 2026-2031. Ia diharapkan menjadi katalisator kuat a...

news | 16:30 WIB

Rocky Gerung bela Dokter Tifa di Polda Metro Jaya. Sebut penelitian ijazah Presiden ke-7 Jokowi sesuai prosedur akademis...

news | 16:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan penguatan Rupiah ke Rp16.780 bukan cuma karena terpilihnya Thomas Djiwandono, tapi ...

news | 15:30 WIB

Kemendes PDT ajak warga awasi pemanfaatan Dana Desa 2026. Cek di sini nomor hotline, WhatsApp, dan cara lapor jika temuk...

news | 15:00 WIB

DPR resmi setujui 8 poin reformasi Polri dalam Rapat Paripurna. Kedudukan Polri ditegaskan tetap di bawah Presiden dan b...

news | 14:48 WIB

Dirjen Minerba ESDM ungkap penertiban tambang ilegal di Indonesia jadi penyebab utama lonjakan harga timah dunia hingga ...

news | 10:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan penerimaan tiga pesawat tempur Rafale pertama TNI AU di Pekanbaru. Simak detai...

news | 09:15 WIB

TNI AD berhasil merampungkan jembatan Bailey di Langkat, Sumatera Utara, untuk memulihkan akses transportasi warga yang ...

news | 08:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan aduan pengusaha terkait hambatan investasi dan pungli akan ditangani serius melal...

news | 07:00 WIB

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengonfirmasi hadir sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah yan...

news | 06:15 WIB