Anies Baswedan Geram Agenda Kampanyenya Dibatalkan Sepihak: Presiden Harusnya Menegur Daerah yang Tak Netral

Seperti diketahui, sejumlah agenda kampanye Anies Baswedan dibatalkan tanpa ada persetujuan.

Baktora | MataMata.com
Sabtu, 30 Desember 2023 | 10:45 WIB
Capres RI Anies Baswedan. [Dok.Antara]

Capres RI Anies Baswedan. [Dok.Antara]

Matamata.com - Kampanye capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengalami beberapa kendala di beberapa daerah. Alasannya, Pemda setempat justru membatalkan sepihak kegiatan kampanyenya yang terkesan tak netral.

Anies Baswedan mengingatkan agar para kepala daerah berlaku netral selama kampanye dilaksanakan. Bahkan ia juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berani menegur wilayah yang berpotensi mendukung salah satu paslon.

"Saya kira kita harus meminta ketegasan dari pemerintah pusat untuk menegur semua yang membatasi kegiatan berupa kampanye. Jadi jangan kontestan yang bertanya, malah presiden dan mendagri harus menegur jika ada daerah yang tak netral," sebut Anies dikutip Sabtu (30/12/2023).

Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa Mendagri yang memiliki kapasitas terhadap kepala daerah harus memastikan seluruh wilayah netral. Termasuk menerima semua paslon untuk berkampanye.

"Pemerintah pusat sudah mengatakan netral, lalu ada pemerintah daerah yang tidak netral, maka Mendagri harus menegur, presiden menegur, KPU juga harus tegas ke bawah," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia menjelaskan bahwa pembatalan sepihak yang dilakukan di sejumlah daerah berkaitan denga izin. Namun Anies menyampaikan bahwa agenda kampanye adalah agenda pemilu yang berbeda dari kegiatan konser yang juga mengundang banyak massa.

"Ini tentu beda dengan mengurus izin konser, ngurus izin rapat besar. Ini kan aktivitas pemilu, justru aktivitas pemilu ini pemda memfasilitasi. Netralitas itu kan memfasilitasi semuanya," terang Anies.

"Tentu ini yang wajib ditegaskan oleh pemerintah pusat," tambah dia.

Seperti diketahui, sejumlah agenda kampanye Anies Baswedan dibatalkan tanpa ada persetujuan dari tim pemenangan Anies-Muhaimin. Bahkan hal itu diduga dilakukan oleh oknum pemerintahan di lokasi terkait.

Ketua Tim Hukum Timnas AMIN, Ari Yusuf Amir tidak merinci wilayah mana saja yang ditolak ketika paslon nomor urut 1 ini akan menawarkan visi misi ke masyarakat.

Baca Juga: Menakar Dukungan Suara Prabowo vs Anies di Jawa Timur, Koalisi Partai jadi Penentu

"Pilpres 2024 ini diwarnai sikap oknum pemerintah dan penegak hukum yang melaran mencabut izin beberapa kegiatan yang dihadiri Anies Baswedan. Sikap Neo Orba ini dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia," ujar Ari Yusuf.

Polemik pembatalan kampanye yang dialami paslon memang berpotensi terjadi. Namun kali ini dirasakan langsung oleh tim pemenangan paslon nomor urut 1.

Meski begitu, semua kegiatan yang mengundang masa kerap melibatkan Pemda termasuk penegak hukum, dalam hal ini polisi untuk meredam konflik dan mempertahankan kondusifitas.

Tim pemenang Anies Baswedan juga berharap seluru kepala daerah lebih terbuka dan menjaga betul netralitas ASN dalam masa kampanye di Pemilu 2024 ini.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta pemudik hubungi Hotline 110 jika ada gangguan keamanan. Polri juga gunakan S...

news | 14:52 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa s...

news | 14:49 WIB

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menegaskan posisi Saudi yang memilih jalur diplomasi dalam konflik Timur Tengah dan men...

news | 12:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi keras kepada para pengusaha batu bara dan minyak sawit mentah (Crude Palm...

news | 07:00 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi ketahanan pangan nasional yang menguat signifikan kepa...

news | 06:45 WIB

Ahli forensik Rismon Sianipar mengakui keaslian ijazah Jokowi dan Gibran setelah penelitian 3 bulan. Ia mengajak Roy Sur...

news | 16:38 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerima kunjungan Director of Public Policy Meta untuk Asia Te...

news | 16:34 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan defisit APBN 2026 bisa tembus di atas 3 persen PDB akibat lonjakan harga miny...

news | 14:15 WIB

Momen hangat Wapres Gibran Rakabuming memeluk Rismon Sianipar di Istana usai permohonan maaf terkait isu ijazah Jokowi. ...

news | 13:15 WIB

KPK ungkap modus Gus Alex (Stafsus Menag) yang arahkan pejabat Kemenag longgarkan aturan haji T0. Kerugian negara mencap...

news | 12:00 WIB