Daftar 7 Startup di Indonesia Bangkrut hingga PHK Ratusan Karyawan

Tren startup tumbuh subur di Tanah Air. Banyak startup sukses di Indonesia, namun tak sedikit juga yang bangkrut hingga akhirnya gulung tikar.

Riki Chandra | MataMata.com
Kamis, 14 Desember 2023 | 15:55 WIB
Ilustrasi Startup. [Dok.PIxabay]

Ilustrasi Startup. [Dok.PIxabay]

Matamata.com - Tren startup tumbuh subur di Tanah Air. Banyak startup sukses di Indonesia, namun tak sedikit juga yang bangkrut hingga akhirnya gulung tikar.

Berikut daftar sejumlah startup yang gulung tikar dirangkum dari berbagai sumber.

1. Rumah.com
Perusahaan asal Singapura PropertyGuru ini menutup situs propertirumah.com sejak 1 Desember 2023 setelah beroperasi selama lebih dari 10 tahun. Akibatnya, 61 karyawan terpaksa kena PHK.

Selain rumah.com, PropertyGuru juga akan menutup FastKey, produk software as a service (SaaS) pada 31 Juli 2024 mendatang.

2. CoHive
Startup ruang kerja berbagi (co-working space) CoHive dinyatakan bangkrut pada 18 Januari 2023. CoHive tutup karena pandemi yang berkepanjangan, ketersediaan kantor, hingga masalah pendanaan.

CoHive menyatakan bahwa bisnisnya telah diambil alih oleh pihak lain, terutama COHIVE 101 yang beroperasi secara independen.

3. Pegipegi
Pegipegi merupakan situs penyedia layanan pemesanan dan pembelian tiket (online travel agent/OTA). Setelah 12 tahun beroperasi, startup ini menghentikan layanan per 10 Desember.

4. JD.ID
JD.IDyang merupakan salah satu e-commerce besar di Indonesia telah menutup semua layanannya per 13 Maret 2023. JD.ID merupakan anak perusahaan salah satu e-commerce terbesar di Asia, yaitu JD.com. Atas hal itu, JD.ID telah melakukan PHK kepada ratusan karyawannya.

5. Fabelio
Fabelio merupakan perusahaan startup yang fokus menjual furniture. Fabelio telah dinyatakan pailit oleh pengadilan yang diputuskan dalam putusan Pengadilan Niaga di PN Jakarta Pusat No. 47/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN.Niaga.JKT.PST pada tanggal 5 Oktober 2022

6. Hooq
Layanan video streaming asal Singapura ini telah menutup layanannya pada 30 April 2020 setelah beroperasi selama 5 tahun.
Tak hanya di Indonesia, Hooq juga menutup layanannya di Filipina, Thailand, India, hingga Singapura.

7. AiryRooms
Startup aggregator yang menyediakan layanan penginapan Airy Rooms menghentikan operasinya pada 31 Mei 2020.

Berdasarkan pernyataannya, salah satu penyebab dari tutupnya Airy Rooms adalah pandemi COVID-19. Beberapa bulan sebelum penutupannya, Airy Rooms mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan serta menerima permintaan pengembalian dana yang sangat tinggi dari para penggunanya.

×
Zoomed
TERKINI

Gubernur DKI Pramono Anung resmi menghentikan praktik open dumping di Zona 4A TPST Bantargebang menyusul instruksi Mente...

news | 15:41 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong percepatan hilirisasi riset kampus di bidang pangan dan energi guna hadapi dampak ...

news | 15:06 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan tinjau MBG di Jepara. Distribusi sekolah umum capai 97%, sementara madrasah ditargetkan tunt...

news | 14:58 WIB

Kejagung sita dokumen dari kantor Ombudsman RI dan rumah Yeka Hendra Fatika terkait dugaan perintangan penyidikan kasus ...

news | 12:30 WIB

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) menegaskan masjid harus jadi pusat peradaban, penguatan ekonomi, dan penguasaan teknolog...

news | 11:30 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni desak Polri dan BNN usut tuntas peredaran Tramadol di Jakarta Timur menyusul ak...

news | 10:30 WIB

Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia terus meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada mitra-mitra yang dinilai...

news | 09:00 WIB

Pemerintah Irak kembali menegaskan penolakan keras terhadap penggunaan wilayah kedaulatannya sebagai lokasi peluncuran s...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas di Hambalang untuk memperkuat peran Perminas dalam hilirisasi mineral dan memas...

news | 07:00 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di Kot...

news | 06:15 WIB