Ekspor CPO Naik, Kemendag Proyeksikan DMO Minyakita September 2026 Meningkat

Kemendag memprediksi realisasi DMO Minyakita September 2026 naik seiring peningkatan ekspor CPO. Distribusi ke Indonesia Timur diprioritaskan jelang Nataru.

Elara | MataMata.com
Senin, 21 September 2026 | 13:53 WIB
Ekspor CPO Naik, Kemendag Proyeksikan DMO Minyakita September 2026 Meningkat

Ekspor CPO Naik, Kemendag Proyeksikan DMO Minyakita September 2026 Meningkat

matamata.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan realisasi volume Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita pada September 2026 akan meningkat. Lonjakan ini terjadi seiring dengan tren kenaikan ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Bambang Wisnubroto, mengungkapkan bahwa realisasi DMO Minyakita hingga pertengahan September 2026 telah menembus angka 106.003 ton. Angka ini diproyeksikan terus melonjak hingga akhir bulan melebihi capaian bulan-bulan sebelumnya.

"Kami prediksi realisasi pada akhir September ini akan lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya, karena tren ekspor CPO juga meningkat," ujar Bambang di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bambang menjelaskan, peningkatan realisasi DMO merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan Minyakita di pasar domestik di tengah tingginya aktivitas ekspor CPO.

Selain mengamankan DMO, Kemendag mempercepat distribusi Minyakita ke wilayah Indonesia Timur yang saat ini masih mengalami tekanan harga. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi pemerintah menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

"Langkah ini terus kami lakukan. Mengingat tiga bulan lagi sudah Nataru, kami ingin memastikan harga Minyakita atau minyak goreng tetap stabil," kata Bambang.

Berdasarkan catatan Kemendag, terdapat delapan provinsi yang harga Minyakita-nya masih berada lebih dari 5 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Provinsi tersebut meliputi Papua Barat Daya, Papua, Maluku, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemendag mendorong BUMN Pangan, khususnya Perum Bulog dan ID FOOD, agar mendistribusikan Minyakita ke pasar rakyat secara masif dan kontinu.

Saat ini, total penguasaan stok Minyakita oleh BUMN Pangan mencapai 523.577 ton atau sekitar 48,55 persen dari total stok nasional. Dari jumlah tersebut, Bulog memegang stok sebesar 370.854 ton (34,38 persen), sedangkan ID FOOD menguasai 152.723 ton.

Adapun persentase penyerapan dan distribusi Minyakita milik Bulog ke pasar saat ini telah mencapai 82,26 persen. Kemendag meminta Bulog memanfaatkan porsi stoknya yang besar untuk terus memobilisasi Minyakita ke daerah-daerah yang harganya masih melampaui HET. (Antara)

Baca Juga: Menkeu Minta Pejabat DJP dan Bea Cukai Pahami Perilaku Wajib Pajak serta Perketat Pengawasan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemendag memprediksi realisasi DMO Minyakita September 2026 naik seiring peningkatan ekspor CPO. Distribusi ke Indonesia...

news | 13:53 WIB

Menkeu Suahasil Nazara melantik pejabat Kemenkeu dan KSSK. Ia menegaskan pentingnya pemahaman perilaku wajib pajak, peng...

news | 13:15 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan strategi penanganan macet dan banjir Jakarta saat bertemu Wali Kota New Yo...

news | 12:15 WIB

Pakar Hukum Unpad Romli Atmasasmita menilai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri memperkuat penegakan hukum k...

news | 10:28 WIB

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat Eselon II Kemenkeu dan KSSK sebagai implementasi UU P2SK dan PMK 64...

news | 10:24 WIB