Mensesneg Soal Penyadapan Presiden Prabowo: Isinya Belum Tahu, Masih Usut Polisi

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan terkait dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto dan masih menunggu hasil penyidikan polisi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 04 November 2026 | 14:31 WIB
Mensesneg Soal Penyadapan Presiden Prabowo: Isinya Belum Tahu, Masih Usut Polisi

Mensesneg Soal Penyadapan Presiden Prabowo: Isinya Belum Tahu, Masih Usut Polisi

matamata.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan yang diduga menjadi bagian dari kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.

"Isinya belum tahu. Nanti kalau sudah lengkap saya sampaikan lagi," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Prasetyo menjelaskan, proses pendalaman kasus tersebut masih terus berjalan di Kepolisian. Pihak Istana juga belum mengantongi perincian mengenai penerima hasil penyadapan maupun dalang di balik aktivitas ilegal tersebut.

"Secara detail belum ya, karena itu masih proses yang sekarang sedang dilakukan oleh teman-teman di Kepolisian. Nanti pada waktunya pasti disampaikan kepada teman-teman media dan seluruh masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan, dugaan penyadapan ini menjadi perhatian serius pemerintah lantaran menyasar jajaran pejabat penting, mulai dari Kepala Negara, menteri kabinet, pimpinan partai politik, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan.

Kendati demikian, Istana belum bisa menyimpulkan motif di balik tindakan tersebut dan memilih menunggu penyidikan resmi kepolisian selesai.

"Dari niatannya saja sudah membuat kita bertanya-tanya, ini tujuannya untuk apa. Namun secara lengkap dan detail, kita tunggu dari proses penyidikan," tegas Prasetyo. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan terkait dugaan penyadapan Presiden Prabo...

news | 14:31 WIB

Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan KJP Plus dan KJMU lanjutan untuk 36.295 penerima dengan total anggaran lebih dari ...

news | 10:30 WIB

Duta Palma Group hadapi sidang tuntutan kasus korupsi perkebunan kelapa sawit di Riau dan TPPU senilai puluhan triliun d...

news | 10:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menata ulang pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan plafon biaya oper...

news | 09:44 WIB

Presiden AS Donald Trump umumkan penghentian bantuan militer Rp63 triliun per tahun untuk Israel mulai akhir 2026. Pejab...

news | 07:00 WIB