Trump Setop Bantuan Militer Rp63 Triliun ke Israel pada Akhir 2026, Tel Aviv Terkejut
matamata.com - Para pejabat militer dan pertahanan Israel dibuat terkejut oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan menghentikan alokasi dana bantuan militer kepada Israel mulai akhir tahun 2026.
Keputusan tersebut dilaporkan pertama kali oleh badan penyiaran publik Israel, Kan, pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat.
Dalam keterangannya, Trump mengungkapkan rencana Washington untuk memangkas bantuan militer tahunan senilai hingga 4 miliar dolar AS (sekitar Rp63,4 triliun). Ia mengklaim bahwa langkah tersebut disepakati atas permintaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Sebelumnya, pada Juli lalu, Netanyahu sempat menyampaikan keinginan Israel untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan pasokan militer dari AS.
Meski demikian, pengumuman mendadak ini dinilai tidak diantisipasi oleh internal militer Israel.
"Kami sama sekali tidak menyangka akan ada pernyataan tersebut. Kami terus menjalin komunikasi rutin dengan pihak AS, dan kami terkejut," ujar seorang pejabat pertahanan Israel yang tidak disebutkan namanya.
Ia menambahkan bahwa instansinya masih mempelajari konsekuensi dari keputusan tersebut, mengingat rincian kebijakan belum disampaikan secara resmi kepada lembaga-lembaga terkait di Israel.
Pernyataan Trump ini bergulir di tengah momentum pemilihan umum sela di Amerika Serikat. Isu pengucuran bantuan militer untuk Israel terus menjadi sorotan tajam dan perdebatan hangat, baik di Kongres AS maupun di kalangan publik luas, menyusul eskalasi konflik di Jalur Gaza.
Keputusan penghentian bantuan ini diperkirakan akan mendapat dukungan luas dari politisi Partai Demokrat di AS.
Sebagai catatan, berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) bantuan keamanan periode 2019–2028 yang ditandatangani pada 2016 di masa kepresidenan Barack Obama, AS berkomitmen menyediakan bantuan keamanan sebesar 3,3 miliar dolar AS per tahun. Selain itu, AS mengalokasikan 500 juta dolar AS tambahan setiap tahunnya untuk program kerja sama pertahanan rudal.
Baca Juga: Sidang Pembunuhan ART di PN Cibinong Ditunda, Pengacara akan Laporkan Perbudakan
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah AS belum memberikan rincian teknis mengenai pos anggaran bantuan militer mana saja yang akan dihentikan secara bertahap mulai akhir tahun 2026.
(Antara)