Target Cetak 10 Juta Pengusaha Baru, Menko Muhaimin Dorong Promosi UMKM di Harbolnas 2026

Menko PM Muhaimin Iskandar menggandeng idEA untuk mencetak 10 juta pengusaha baru, salah satunya dengan mendorong promosi UMKM lokal di Harbolnas 2026.

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 November 2026 | 14:30 WIB
Target Cetak 10 Juta Pengusaha Baru, Menko Muhaimin Dorong Promosi UMKM di Harbolnas 2026

Target Cetak 10 Juta Pengusaha Baru, Menko Muhaimin Dorong Promosi UMKM di Harbolnas 2026

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan para pengelola platform digital berkolaborasi mencetak 10 juta pengusaha baru dalam lima tahun ke depan.

"Ekosistem digital harus kita manfaatkan untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang tidak hanya bertransaksi, tetapi juga menjadi pelaku usaha, mengembangkan produknya, dan mendapatkan akses pasar," kata Muhaimin saat menerima audiensi idEA di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Muhaimin menegaskan bahwa pencapaian target 10 juta pengusaha baru membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk asosiasi dan perusahaan platform digital.

Untuk itu, ia meminta jajaran Kemenko PM segera berkoordinasi dengan idEA guna merumuskan bentuk kerja sama konkret. Salah satu langkahnya adalah menyediakan ruang promosi dan etalase digital bagi produk UMKM binaan kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM—meliputi Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Muhaimin menilai Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 yang berlangsung pada 10–16 Desember mendatang menjadi salah satu momentum strategis yang harus dimanfaatkan. Pihaknya mendorong ajang belanja tahunan tersebut menjadi panggung utama bagi produk UMKM binaan pemerintah untuk memperluas jangkauan pasar.

Harbolnas 2026 ditargetkan mampu mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp40 triliun, atau naik 5 hingga 10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, transaksi Harbolnas 2025 menembus angka Rp36,4 triliun (melampaui target awal Rp33 triliun–Rp34 triliun), dengan kontribusi transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau 45,6 persen dari total transaksi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyampaikan bahwa penguatan ekosistem perdagangan digital harus berjalan seiring dengan pemberdayaan pelaku usaha secara konsisten.

Guna mendukung target tersebut, idEA mendorong tiga agenda utama: peningkatan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pendampingan, pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal lewat promosi dan bazar.

"Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," tegas Syarif. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mendesak Bareskrim Polri mengusut tuntas dan transparan kasus penyadapan ilegal...

news | 15:00 WIB

Menko PM Muhaimin Iskandar menggandeng idEA untuk mencetak 10 juta pengusaha baru, salah satunya dengan mendorong promos...

news | 14:30 WIB

BP BUMN dan Danantara mengembangkan industri unggas terintegrasi berbasis teknologi modern di Malang, Jatim. Proyek dita...

news | 14:00 WIB

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membeberkan riwayat pendidikan SD hingga kuliah di UGM saat menjadi saksi sidang k...

news | 13:41 WIB

Silmy Karim ajukan eksepsi atas dakwaan pemerasan izin tinggal WNA Rp168,92 miliar dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor...

news | 11:30 WIB