Menkeu Minta Pejabat DJP dan Bea Cukai Pahami Perilaku Wajib Pajak serta Perketat Pengawasan
matamata.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mampu membaca dinamika perekonomian Indonesia dan memahami perilaku wajib pajak secara akurat.
Pesan tersebut disampaikan Suahasil saat melantik para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Keuangan dan Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (21/9/2026).
"Target penerimaan sangat penting. Kita perlu membangun sistem perpajakan yang kredibel, adil, dan mampu menopang keuangan negara secara berkelanjutan," tegas Suahasil.
Khusus kepada jajaran DJBC, Menkeu menginstruksikan agar pengawasan terhadap aktivitas ilegal semakin diperketat melalui pendekatan berbasis risiko (risk-based approach). Menurutnya, langkah pencegahan harus dimulai sejak awal sebelum pelanggaran terjadi.
"Pengawasan Bea Cukai harus semakin tajam, berbasis risiko, dan mampu membaca pola. Jangan hanya menindak setelah pelanggaran terjadi. Kita harus memantau dari awal kegiatan ekonominya guna menekan potensi aktivitas ilegal," ujarnya.
Selain fungsi pengawasan, Suahasil juga mengingatkan peran vital DJBC dalam mengumpulkan penerimaan negara, khususnya dari sektor ekspor.
Dalam kesempatan yang sama, Menkeu berpesan kepada pejabat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) agar mengelola APBN secara optimal sebagai instrumen penggerak perekonomian nasional.
Sementara itu, bagi pejabat Sekretariat KSSK, Ia menekankan agar lembaga tersebut bertindak sebagai penggerak aktif koordinasi antarpilar KSSK—yang meliputi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)—serta melibatkan elemen baru seperti Danantara.
"KSSK bukan sekadar penyelenggara rapat, melainkan penggerak koordinasi. Terlebih dalam beberapa rapat terakhir kita mulai melibatkan Danantara, sehingga koordinasi harus dibangun sejak awal," pungkas Suahasil. (Antara)
Baca Juga: Pramono Anung Beberkan Solusi Macet dan Banjir Jakarta ke Wali Kota New York