Dukungan Presiden Prabowo di Medsos Melonjak, ABP: Silent Majority Bergerak

Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) sebut gelombang narasi dukungan untuk Presiden Prabowo di media sosial sebagai bentuk bergeraknya silent majority.

Elara | MataMata.com
Rabu, 04 November 2026 | 16:54 WIB
Dukungan Presiden Prabowo di Medsos Melonjak, ABP: Silent Majority Bergerak

Dukungan Presiden Prabowo di Medsos Melonjak, ABP: Silent Majority Bergerak

matamata.com - Kelompok relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) menilai gelombang dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto yang kembali marak di media sosial merupakan penanda bergeraknya kelompok silent majority.

Ketua Umum ABP, Michael Umbas, menyatakan fenomena tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat yang selama ini cenderung pasif dalam diskursus politik mulai menyuarakan sikap secara terbuka.

"Fenomena ini menjadi sinyal bahwa kelompok masyarakat yang selama ini diam atau tidak terlalu aktif menyampaikan pandangan politik di ruang publik mulai menunjukkan sikap dan menyatakan dukungan secara terbuka kepada Presiden Prabowo," ujar Michael Umbas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Umbas menyebutkan sejumlah pesan seperti "Kami Setia Bersama Prabowo", "Prabowo Tidak Sendiri", dan "Satu Barisan Bersama Prabowo" kini masif digaungkan berbagai elemen masyarakat di ruang digital.

Menurutnya, publik kerap menganggap basis pendukung Presiden Prabowo hanya terbatas pada anggota organisasi relawan yang aktif di ruang publik. Padahal, ada spektrum masyarakat lebih luas yang selama ini mengamati perkembangan politik secara diam-diam.

"Pesannya jelas: 'kami setia bersama Prabowo, Prabowo tidak sendiri'. Silent majority bukan berarti tidak peduli. Mereka memperhatikan, menilai, dan punya pandangan sendiri. Saat merasa perlu menyampaikan sikap, mereka bersuara," tegas Umbas.

Ia menambahkan, maraknya materi visual dan pesan dukungan tersebut membuktikan bahwa solidaritas masyarakat kepada kepala negara tetap terjaga di tengah riuhnya dinamika kritik media sosial. Pihaknya pun mengimbau seluruh elemen relawan untuk menyalurkan dukungan politik secara bijak dan konstruktif.

Dukungan tersebut, lanjut Umbas, hendaknya diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam menjaga persatuan serta mengawal program pemerintah agar berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Umum ABP, Supriyanto, menegaskan bahwa fenomena ini tidak boleh berhenti pada narasi di media sosial semata, melainkan harus dikonversi menjadi energi sosial yang produktif.

"Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan dukungan, menjaga persatuan, sekaligus memastikan cita-cita kesejahteraan rakyat benar-benar terwujud," kata Supriyanto.

Baca Juga: Istana Tunggu Hasil Penyidikan Polri Soal Dalang Penyadapan Presiden Prabowo

Ia berharap pergerakan silent majority ini terus mengawal agenda pembangunan nasional dan menyampaikan aspirasi masyarakat bawah secara substantif. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Istana Kepresidenan menunggu hasil penyidikan Bareskrim Polri terkait dalang penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan se...

news | 15:00 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan terkait dugaan penyadapan Presiden Prabo...

news | 14:31 WIB

Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan KJP Plus dan KJMU lanjutan untuk 36.295 penerima dengan total anggaran lebih dari ...

news | 10:30 WIB

Duta Palma Group hadapi sidang tuntutan kasus korupsi perkebunan kelapa sawit di Riau dan TPPU senilai puluhan triliun d...

news | 10:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menata ulang pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan plafon biaya oper...

news | 09:44 WIB