DPR Puji Keberhasilan Pemerintah Hentikan Impor Beras: Prestasi Luar Biasa

Ketua Komisi VI DPR RI memuji keberhasilan pemerintah menghentikan impor beras sejak 2025. Stok CBP Bulog kini capai 4,7 juta ton.

Elara | MataMata.com
Selasa, 15 September 2026 | 06:30 WIB
DPR Puji Keberhasilan Pemerintah Hentikan Impor Beras: Prestasi Luar Biasa

DPR Puji Keberhasilan Pemerintah Hentikan Impor Beras: Prestasi Luar Biasa

matamata.com - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menilai keberhasilan Indonesia menghentikan impor beras sebagai prestasi luar biasa. Kebijakan ini menjadi titik balik penting setelah pada tahun-tahun sebelumnya kebutuhan beras nasional masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Anggia menegaskan, pencapaian ini mencerminkan perubahan besar dalam tata kelola pangan nasional. Pemerintah dinilai berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat penyerapan hasil produksi petani lokal.

"Ini hal yang sangat positif. Beberapa waktu lalu kita selalu impor, tetapi mulai 2025 hingga 2026 kita tidak lagi mengimpor beras. Menurut saya, ini prestasi yang luar biasa," ujar Anggia saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Sebagai pembanding, Anggia mencatat Indonesia masih mengimpor sekitar 2 juta ton beras pada 2024. Namun, fokus kebijakan pemerintah kemudian bergeser pada penguatan produksi nasional dan optimalisasi penyerapan hasil panen dalam negeri.

Keberhasilan mempertahankan kebijakan tanpa impor ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat kemandirian pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog tercatat aman. Per 14 September 2026, jumlah stok beras mencapai 4,72 juta ton.

Rizal menjelaskan, angka tersebut mengalami penurunan dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh 5,4 juta ton. Penurunan ini terjadi seiring intensifnya penyaluran beras untuk berbagai program bantuan pangan pemerintah sepanjang tahun.

"Total stok beras Bulog di gudang saat ini 4,722 juta ton dari sebelumnya 5,4 juta ton. Angkanya turun karena sebagian besar sudah didistribusikan kepada masyarakat," terang Rizal.

Penghentian impor beras ini melengkapi keberhasilan swasembada komoditas pangan lainnya. Selain beras, Indonesia tercatat telah mencapai swasembada pada tujuh komoditas strategis lain, yaitu jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Luna Maya Jadi Produser Film Desember Jani, Tayang Bioskop 10 Desember 2026

"Alhamdulillah, dari 11 komoditas strategis, delapan di antaranya sudah mencapai swasembada. Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, DPR RI, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Amran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga k...

news | 14:30 WIB

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB

Partai Gerindra menegaskan tidak mengintervensi kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Tim...

news | 12:15 WIB