Trump Puji Sejarah Hubungan AS-China: "Kita Memiliki Banyak Kesamaan"

Presiden AS Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan AS-China, mulai dari pengaruh Konfusius hingga kerja sama ekonomi, dalam kunjungan kenegaraan di Beijing.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:15 WIB
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju ruang jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju ruang jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pidato hangat yang menyoroti kedalaman sejarah hubungan antara Amerika Serikat dan China. Dalam jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Presiden Xi Jinping di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis malam, Trump menyebut hubungan kedua negara sebagai salah satu yang terpenting dalam sejarah dunia.

"Hubungan rakyat Amerika dan China telah terjalin sejak masa awal berdirinya AS. Samuel Shaw, Konsul Amerika pertama untuk China, tiba pada 1784. Kala itu, para pedagang China menyebut orang-orang Amerika sebagai 'orang-orang baru'," ujar Trump mengenang awal mula interaksi kedua bangsa.

Trump memaparkan bahwa rasa saling menghormati ini bahkan telah mengakar sejak era para pendiri bangsa Amerika (Founding Fathers). Ia mengungkapkan bahwa Benjamin Franklin pernah menerbitkan kutipan bijak filsuf Konfusius di surat kabarnya. Bahkan, patung filsuf besar China tersebut hingga kini terukir permanen pada fasad gedung Mahkamah Agung AS.

"Kami sangat bangga akan hal itu," tegasnya.

Selain aspek filsafat, Trump mengapresiasi kontribusi fisik warga China dalam pembangunan infrastruktur Amerika, khususnya jalur kereta api transkontinental yang menghubungkan pesisir Atlantik dan Pasifik. Sebaliknya, Trump juga menyinggung peran AS dalam pendidikan di China, termasuk bantuan Presiden Theodore Roosevelt dalam pendirian Universitas Tsinghua—almamater Presiden Xi Jinping.

Dalam nada yang lebih santai, Trump menggambarkan betapa kuatnya pengaruh budaya kedua negara saat ini. Ia menyebutkan kegemaran warga China terhadap bola basket dan celana jin, serta fakta bahwa jumlah restoran China di AS kini melampaui gabungan lima jaringan fast food terbesar di Amerika.

"Rakyat Amerika dan China memiliki banyak kesamaan. Kita menghargai kerja keras, keberanian, dan pencapaian. Kita mencintai keluarga dan negara kita," kata Trump.

Trump meyakini bahwa fondasi perdagangan dan rasa hormat yang telah dibangun selama 250 tahun terakhir akan menjadi modal utama bagi masa depan yang makmur dan damai. Di akhir pidatonya, Trump secara khusus berterima kasih atas sambutan megah dari Presiden Xi Jinping, yang ia sapa sebagai "sahabat".

Sebagai penutup rangkaian kunjungan bersejarah ini, Trump secara resmi mengundang Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada 24 September mendatang. (Antara)

Baca Juga: Menteri KKP Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan di Bintan, Fokus Benahi Hulu dan Prioritaskan Nelayan Lokal

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dampak konflik Timur Tengah membuat banyak negara, mulai dari Australia hingga B...

news | 13:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah targetkan 30 ribu uni...

news | 13:40 WIB

Polri siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak dari ...

news | 12:19 WIB

Kemenhaj pastikan kesiapan 15 juta porsi makanan siap santap bercita rasa Nusantara seperti rendang untuk jemaah haji In...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan keras bagi anggota TNI dan Polri menjadi backing kegiatan ilegal seperti j...

news | 11:15 WIB

Wamendagri Ribka Haluk bantah tegas isu pemotongan dana Otsus Papua 2026. Simak fakta penyaluran dan penjelasan Kemendag...

news | 10:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk sebagai bentuk penghormatan negara ata...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban berbobot 1,15 ton dari peternak Tangerang seharga Rp110 juta untuk Idul Ad...

news | 08:15 WIB

Indonesia dan Belarus resmi menyepakati roadmap kerja sama ekonomi 20262030 dalam SKB ke-8 di Minsk menjelang kunjungan ...

news | 07:15 WIB

Menlu China Wang Yi menegaskan hubungan stabil China-AS pasca-pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump harus dibuktikan lew...

news | 06:00 WIB