Mendes PDT: Kebijakan Presiden Tak Naikkan Harga BBM Jaga Daya Beli Warga Desa

Mendes PDT Yandri Susanto mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi demi menjaga biaya logistik dan daya beli warga desa.

Elara | MataMata.com
Selasa, 28 April 2026 | 16:47 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam acara penandatanganan nota kesepakatan di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta, Selasa (28/4/2026) ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam acara penandatanganan nota kesepakatan di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta, Selasa (28/4/2026) ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT

Matamata.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat kecil, terutama di wilayah perdesaan.

Yandri menegaskan bahwa konsistensi pemerintah menjaga stabilitas harga BBM merupakan bentuk keberpihakan kepada rakyat.

"Kita harus bersyukur dengan kebijakan Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Beliau membela rakyat kecil. Pihak yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil, termasuk warga di desa," ujar Yandri saat memberikan sambutan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Menurut Yandri, stabilitas harga BBM memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan desa. Hal ini berkaitan langsung dengan terkendalinya biaya logistik dan ongkos produksi pertanian. Ia optimistis program pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan akan tetap berjalan sesuai jalur (on the track).

"Kami sebagai pembantu Presiden siap sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami taat). Kami mengajak seluruh warga desa mendoakan Presiden agar selalu sehat dalam memimpin bangsa," tambah mantan Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut.

Pernyataan ini disampaikan di sela acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lintas sektor bersama Kementerian Transmigrasi, BRIN, PT PLN (Persero), ITB, dan UGM. Turut hadir dalam acara tersebut Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Dalam agenda tersebut, Mendes PDT didampingi Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria. Hadir pula Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi serta Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah kucurkan Rp57 miliar untuk 122 program riset kampus melalui Program Bestari Saintek 2026. Fokus pada pangan, ...

news | 16:08 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi paling lambat tahun 2029. Selain energi, Peme...

news | 15:15 WIB

Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra usulkan jumlah komisi DPR jadi acuan ambang batas parlemen. Simak skema 13 kursi untuk ...

news | 14:30 WIB

PT KAI mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia insiden Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang. Simak update...

news | 13:51 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan perbaikan 288 ribu sekolah hingga 2028 dan digitalisasi ruang kelas dengan smart b...

news | 13:03 WIB

Kemenkum tegaskan penggunaan lagu tema ajang olahraga untuk nobar dan konten digital wajib miliki lisensi. Simak aturan ...

news | 11:45 WIB

Kemen Ekraf berkolaborasi dengan TikTok Shop dan Tokopedia dalam program STARt x Genmatic untuk mendigitalisasi 1.200 UM...

news | 09:55 WIB

Kemenkum tegaskan larangan pembajakan siaran olahraga dan siap ambil langkah hukum tegas bagi pelanggar individu maupun ...

news | 09:15 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang menjadi momentum evaluasi ...

news | 07:15 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon umumkan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari masuk agenda UNESCO. Simak rencana pe...

news | 06:00 WIB