Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun

SIPRI melaporkan belanja militer global 2025 tembus rekor US$2,89 triliun. Meski anggaran AS turun tipis, pengeluaran militer China dan Eropa melonjak tajam di tengah ketidakpastian keamanan dunia.

Elara | MataMata.com
Senin, 27 April 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi senjata perang. /ANTARA/Anadolu/py.

Ilustrasi senjata perang. /ANTARA/Anadolu/py.

Matamata.com - Ketegangan geopolitik global mendorong belanja militer dunia ke titik tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dirilis Senin (27/4/2026), total belanja militer global pada 2025 mencapai rekor US$2,89 triliun atau setara Rp49.790 triliun (kurs Rp17.228).

Angka tersebut menunjukkan kenaikan 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menandai pertumbuhan belanja militer selama 11 tahun berturut-turut, dipicu oleh ketidakpastian keamanan di berbagai belahan dunia.

Kenaikan paling signifikan terjadi di Eropa dengan lonjakan 14,0 persen, disusul Asia dan Oseania sebesar 8,1 persen. SIPRI mencatat bahwa negara-negara anggota NATO di Eropa kini berlomba memperkuat kemandirian pertahanan mereka. Langkah ini diambil menyusul tekanan dari Amerika Serikat (AS) agar anggota aliansi memperbesar porsi pembagian beban keamanan.

Belanja militer Eropa tercatat mencapai US$864 miliar (Rp14.885 triliun), sementara kawasan Asia dan Oseania menyentuh angka US$681 miliar (Rp11.733 triliun). Secara keseluruhan, rasio belanja militer terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global meningkat menjadi 2,5 persen, level tertinggi sejak 2009.

Menariknya, belanja militer Amerika Serikat justru mengalami penurunan 7,5 persen menjadi US$954 miliar (Rp16.436 triliun) pada 2025. Analisis SIPRI menyebut penurunan ini terjadi karena tidak adanya persetujuan bantuan finansial militer baru untuk Ukraina sepanjang tahun berjalan.

Namun, penurunan ini diprediksi hanya bersifat sementara. "Anggaran yang disetujui Kongres AS untuk 2026 telah melampaui US$1 triliun dan diproyeksikan melonjak hingga US$1,5 triliun pada 2027," ujar Nan Tian, Direktur Program Belanja Militer dan Produksi Senjata SIPRI.

Di sisi lain, China tetap memperkokoh posisinya sebagai negara dengan belanja militer terbesar kedua di dunia. Beijing menaikkan pengeluarannya sebesar 7,4 persen menjadi US$336 miliar (Rp5.789 triliun), mencatatkan rekor kenaikan tahunan selama 31 tahun tanpa henti.

Sementara itu, Rusia berada di peringkat ketiga dengan kenaikan 5,9 persen menjadi US$190 miliar (Rp3.273 triliun). Gabungan dari tiga negara teratas (AS, China, dan Rusia) ini menyumbang 51 persen dari total belanja militer di seluruh dunia.

Jepang juga mencuri perhatian dengan menempati peringkat kesepuluh. Tokyo meningkatkan anggarannya sebesar 9,7 persen menjadi US$62,2 miliar (Rp1.071 triliun). Angka ini setara 1,4 persen dari PDB Jepang, tingkat tertinggi bagi negara tersebut sejak 1958.

Di kawasan Timur Tengah, belanja militer cenderung stabil di angka US$218 miliar. Namun, belanja militer Israel tercatat turun 4,9 persen menjadi US$48,3 miliar (Rp832,2 triliun). SIPRI menilai penurunan ini mencerminkan berkurangnya intensitas konflik di Jalur Gaza pasca-kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada Januari 2025. (Antara)

Baca Juga: Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini

×
Zoomed
TERKINI

Mendes PDT Yandri Susanto mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi demi menjaga bia...

news | 16:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pengendalian sampah nasional dalam 3 tahun. TPST BLE Banyumas akan dijadikan...

news | 16:45 WIB

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menjamin target bebas sampah 2028 tercapai di hadapan Presiden Prabowo. Simak inovas...

news | 16:40 WIB

PPIH Arab Saudi imbau jamaah calon haji Indonesia bijak atur waktu ibadah di Masjidil Haram. Hindari dehidrasi dan heat ...

news | 16:37 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan kereta api di Jawa pasca-kecela...

news | 12:53 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM nasional stabil di atas standar minimum. Pemerintah siapkan strateg...

news | 12:22 WIB

Kelangkaan obat di Iran mencapai titik kritis setelah 25 fasilitas farmasi, termasuk pabrik obat kanker, hancur akibat s...

news | 12:15 WIB

PT KAI menjamin kompensasi dan seluruh biaya pengobatan 38 korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Be...

news | 08:15 WIB

PT KAI membatalkan sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh relasi Bandung-Jakarta akibat tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Sta...

news | 07:00 WIB

Anggota Komisi IV DPR Rajiv mengapresiasi stok beras nasional yang tembus 5 juta ton, rekor tertinggi dalam sejarah. Swa...

news | 06:00 WIB