Fadli Zon Ajak Menteri Kebudayaan Arab Saudi Telusuri Jejak Peradaban Nusantara

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendampingi Menteri Kebudayaan Arab Saudi Pangeran Bader meninjau Museum Nasional dan Galeri Nasional untuk memperkuat diplomasi budaya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 15 April 2026 | 13:30 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan Al Saud saat mengunjungi Museum Nasional di Jakarta. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan Al Saud saat mengunjungi Museum Nasional di Jakarta. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

Matamata.com - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menunjukkan kekayaan budaya Nusantara kepada Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan Al Saud, dalam rangkaian kunjungan resmi di Jakarta, Rabu (15/4).

Fadli Zon mendampingi Pangeran Bader mengunjungi dua institusi seni dan sejarah ikonik, yakni Museum Nasional Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia. Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan koleksi warisan budaya serta ruang pamer karya seni rupa kebanggaan tanah air.

Di Museum Nasional, Fadli Zon menjelaskan secara mendalam sejarah peradaban Nusantara saat meninjau benda-benda bersejarah dan Pameran Misykat yang menyoroti rekam jejak Islam di Indonesia.

"Indonesia merupakan salah satu kawasan kunci dalam kajian evolusi manusia. Hal ini tercermin dari temuan penting seperti Homo erectus di Jawa, serta menjadi ruang pertemuan berbagai migrasi dan perkembangan budaya sejak masa prasejarah," ujar Fadli Zon.

Perjalanan berlanjut ke Galeri Nasional Indonesia. Di sana, kedua menteri meninjau ruang pamer yang memajang karya-karya maestro legendaris Indonesia, Raden Saleh dan Affandi. Selain karya klasik, mereka juga menyaksikan pameran kontemporer Indonesian Women Artists #4 on the Map: Art, Science, Technology, and Culture yang menampilkan karya dari 12 seniman perempuan.

Sebelumnya, kedua menteri telah melakukan pertemuan bilateral untuk membahas penguatan kolaborasi kebudayaan. Fokus kerja sama tersebut mencakup pelindungan dan rehabilitasi warisan budaya, pengembangan industri film dan sastra, hingga program pertukaran seniman antarnegara. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK memeriksa mantan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari terkait mekanisme lelang proyek EDC senilai Rp2,1 triliun yang did...

news | 14:15 WIB

BRIN kembangkan xanthan gum secara mandiri untuk meningkatkan efisiensi pengeboran migas dan menekan ketergantungan impo...

news | 13:00 WIB

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali targetkan kapal patroli TNI AL gunakan bahan bakar B50 untuk efisiensi BBM dan kurangi k...

news | 12:00 WIB

Pemkot Jaksel menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di Phb Setu Babakan besok. Simak alasan mengapa ikan...

news | 11:15 WIB

China dan IMF memperingatkan ancaman krisis ekonomi global akibat blokade Selat Hormuz. Penurunan pasokan minyak 13% han...

news | 11:05 WIB

Menhut Raja Juli Antoni resmi menerbitkan Permenhut 6/2026. Aturan baru ini mempermudah masyarakat adat ikut perdagangan...

news | 10:30 WIB

Perum Bulog segera membangun tiga gudang baru di pulau terluar Natuna pada September 2026 untuk mengantisipasi kelangkaa...

news | 08:00 WIB

Wamentan Sudaryono memastikan stok pupuk subsidi nasional aman di tengah konflik Selat Hormuz. Produksi mencapai 14,5 ju...

news | 07:15 WIB

Ketum PSSI Erick Thohir bocorkan rencana kompetisi baru yang akan berjalan bersamaan dengan Super League musim 2026/2027...

news | 06:00 WIB

Polri bentuk Satgas Haji untuk berantas travel nakal dan haji ilegal. Simak strategi Polri lindungi jemaah dari penipuan...

news | 15:15 WIB