Wamentan Jamin Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gangguan Distribusi Global

Wamentan Sudaryono memastikan stok pupuk subsidi nasional aman di tengah konflik Selat Hormuz. Produksi mencapai 14,5 juta ton guna dukung produksi pangan.

Elara | MataMata.com
Kamis, 16 April 2026 | 07:15 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono usai menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam. ANTARA/Harianto

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono usai menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam. ANTARA/Harianto

Matamata.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman bagi para petani di seluruh Indonesia. Jaminan ini diberikan meskipun saat ini terjadi gangguan distribusi global akibat konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok dunia.

"Untuk kebutuhan pupuk kita, jutaan petani yang membutuhkan pupuk subsidi ini aman di dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun," ujar Sudaryono usai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Jakarta, Rabu (15/4) malam.

Sudaryono menjelaskan bahwa ketegangan di jalur Selat Hormuz memang memengaruhi suplai pupuk internasional. Hal ini dikarenakan sebagian besar distribusi pupuk dunia melewati kawasan tersebut. Namun, posisi Indonesia relatif stabil karena produksi urea nasional berbasis gas alam domestik mampu mencukupi kebutuhan tanpa ketergantungan impor yang signifikan.

Adapun untuk komponen non-gas seperti fosfat dan kalium, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi melalui diversifikasi negara asal impor. Strategi ini diambil untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku di dalam negeri.

"Produksi kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6,8 juta ton, sementara total produksi pupuk kita mencapai sekitar 14,5 juta ton," ungkapnya optimistis.

Terkait laporan adanya kesulitan petani mendapatkan pupuk di lapangan, Wamentan menyebut hal itu bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan jeda distribusi akibat tingginya permintaan. Menurutnya, serapan pupuk yang tinggi merupakan sinyal positif bahwa aktivitas tanam petani sedang meningkat.

"Kalau petani mencari pupuk di kios dan belum ada, tunggu satu sampai dua hari, insya Allah barangnya tersedia. Jadi bukan pupuknya tidak ada, tapi distribusinya sedang berkejaran dengan tingginya kebutuhan," jelas Sudaryono.

Pemerintah terus memantau kebutuhan pupuk secara real-time berdasarkan data tanam nasional yang dicatat oleh penyuluh pertanian di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara produksi dan distribusi di tingkat petani tetap terjaga.

"Petani banyak menebus pupuk artinya banyak menanam. Ini sinyal positif bagi produksi pangan nasional. Kami pastikan ketahanan pupuk kita kuat menghadapi tekanan global," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Erick Thohir Bocorkan Rencana Turnamen Baru untuk Musim 2026/2027

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar Ekonomi Pancasila saat upacara...

news | 16:49 WIB

KPK menargetkan pelimpahan kasus korupsi kuota haji dengan tersangka eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dilakukan setelah mus...

news | 16:46 WIB

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengajak Gen Z menjadikan Pancasila sebagai pedoman di era digital untuk menan...

news | 16:42 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan menyejukkan pada puncak perayaan Tri Suci W...

news | 16:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melayat mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum dimakamkan secar...

news | 12:13 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Pancasila sebagai cetak biru ekonomi nasional saat upacara Hari Lahir Pa...

news | 12:08 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat mendiang Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum menghadiri Upacara Hari L...

news | 10:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat ke kantor Kemhan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Rya...

news | 09:15 WIB

Wamenag Romo Muhammad Syafii optimistis tata kelola haji Indonesia semakin membaik berkat pembentukan Kementerian Haji d...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya menegaskan revisi UU HAM Nomor 39 Tahun 1999 fokus pada perlindungan warga negara, bu...

news | 06:00 WIB