Trump Sebut Paus Leo 'Lemah', Spanyol: Itu Kesalahan Besar dalam Sejarah!

Wakil PM Spanyol Yolanda Diaz sebut komentar Donald Trump soal Paus Leo XIV sebagai kesalahan sejarah yang tidak menghormati pemimpin umat Katolik.

Elara | MataMata.com
Rabu, 15 April 2026 | 10:00 WIB
Trump Sebut Paus Leo 'Lemah', Spanyol: Itu Kesalahan Besar dalam Sejarah!

Trump Sebut Paus Leo 'Lemah', Spanyol: Itu Kesalahan Besar dalam Sejarah!

matamata.com - Wakil Perdana Menteri Spanyol, Yolanda Diaz, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyerang Paus Leo XIV. Diaz menyebut komentar Trump tersebut sebagai "kesalahan besar dalam sejarah" dan bentuk ketidakhormatan terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

"Paus adalah pemimpin negara sekaligus pemimpin agama yang mewakili jutaan umat beriman di seluruh dunia," ujar Diaz saat berbicara kepada wartawan asing di Madrid, Selasa (14/4/2026) waktu setempat.

Menurut Diaz, pernyataan Trump melampaui batas norma diplomasi antarnegara. Ia menekankan bahwa posisi Paus sebagai Kepala Negara Vatikan seharusnya tetap dihormati secara institusional, terlepas dari pandangan religius seseorang.

"Tidak masalah apakah seseorang religius atau tidak; komentar seperti itu sangat tidak pantas," tegasnya.

Sebelumnya, melalui platform Truth Social, Donald Trump memicu kontroversi dengan menyebut Paus Leo XIV memiliki rekam jejak yang "lemah" dalam memerangi kejahatan dan mengkritik kebijakan luar negeri Vatikan. Trump bahkan mengeklaim bahwa terpilihnya Leo—Paus pertama dari benua Amerika—tidak akan terjadi tanpa pengaruh kepresidenannya.

Menanggapi klaim tersebut, Diaz mempertanyakan standar ganda yang ditunjukkan Trump. Ia menilai komentar serupa tidak akan ditoleransi jika ditujukan kepada pemimpin dunia lainnya.

"Jika saya mengatakan tentang pemimpin negara lain seperti apa yang dikatakan Trump tentang Paus, siapa yang tahu apa yang akan terjadi?" tambah Diaz.

Spanyol bukan satu-satunya negara yang bereaksi. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, lebih dulu mengecam retorika Trump. Meloni menyatakan bahwa serangan terhadap "Bapa Suci" tidak dapat diterima, terutama mengingat peran Paus dalam menyerukan perdamaian dunia.

"Adalah hal yang wajar jika beliau (Paus) menyerukan perdamaian dan mengutuk segala bentuk perang," pungkas Meloni dalam pernyataan resminya. (Antara)

Baca Juga: Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-67 Titiek Soeharto dari Paris

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wamen LH Diaz Hendropriyono tinjau penanganan karhutla di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia memuji taktik estafet air 11 k...

news | 11:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Satgas PKH untuk menertibkan kawasan hutan dan tambang ilegal secara tegas, trans...

news | 10:15 WIB

Pemprov DKI Jakarta menjajaki kerja sama teknologi pengelolaan air bersih berbasis IoT dan AI dengan Shenzhen Water Grou...

news | 09:15 WIB

Kementerian Kebudayaan resmi mengumumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan untuk memperkuat memori...

news | 08:15 WIB

Wapres Gibran pastikan pembangunan 699 unit huntap di Tapanuli Selatan dimulai bulan ini untuk korban bencana hidrometeo...

news | 07:00 WIB