Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kolaborasi Kampus-Industri untuk Hilirisasi Sawit

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong perguruan tinggi hasilkan inovasi sawit yang terhilirisasi ke industri untuk tingkatkan produktivitas nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:15 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam rapat pembahasan penguatan ekosistem riset dan hilirisasi sawit berkelanjutan di Jakarta, Rabu (18/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam rapat pembahasan penguatan ekosistem riset dan hilirisasi sawit berkelanjutan di Jakarta, Rabu (18/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Matamata.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mengkaji penguatan ekosistem riset dan hilirisasi sawit berkelanjutan melalui kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi motor penggerak inovasi nasional, bukan sekadar institusi penghasil lulusan dan publikasi ilmiah.

"Perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan terhilirisasi. Jika ini bisa kita perhatikan dengan lebih presisi dan tervalidasi, hasilnya akan sangat baik," ujar Brian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2).

Atasi Rendahnya Produktivitas Menteri Brian menyoroti tantangan besar di sektor kelapa sawit Indonesia, yakni tingkat produktivitas yang cenderung rendah dibandingkan negara produsen lain. Menurutnya, riset terapan yang melibatkan akademisi dan pelaku industri menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan teknologi budidaya yang lebih efisien, sistem pengolahan berbasis inovasi, serta model pengelolaan yang ramah lingkungan.

"Banyak peluang yang bisa kita perbaiki. Kita ingin kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah diperkuat agar riset tidak berhenti di laboratorium," jelasnya.

Ekosistem Riset Ramah Lingkungan Lebih lanjut, Brian menjelaskan bahwa kolaborasi ini direncanakan menggunakan skema emisi rendah. Perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya sampai pada tahap purwarupa (prototype), tetapi benar-benar siap diimplementasikan secara komersial dan sosial.

Pendekatan multidisipliner juga dinilai krusial. Masalah sawit tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, melainkan harus mencakup dimensi agronomi, teknologi, lingkungan, hingga kebijakan publik.

Melalui sinergi ini, Kemdiktisaintek berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan kolaboratif. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing sektor sawit di pasar global, tetapi juga menjadi model pengembangan riset nasional yang berkelanjutan. (Antara)

Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Cabai Surplus Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 meski ada konflik Timur Tengah. Sima...

news | 15:15 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas formulasi harga BBM nonsubsidi bersama pengelola SPBU swasta menyusul lonjakan ha...

news | 14:30 WIB

Pemerintah pusat investasikan Rp3 triliun untuk pembangunan PSEL di TPA Tamangapa Makassar. Proyek aglomerasi ini bakal ...

news | 14:00 WIB

Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya National Transfer Accounts (NTA) untuk menjaga produktivitas dan meringankan be...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mendukung Pawai Paskah GMIT di Kupang masuk agenda wisata rohani nasional untuk perkuat ek...

news | 12:04 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani bertemu Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta. Bahas persatuan nasional hadapi geopoliti...

news | 11:59 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengancam akan mem-blacklist pengawas TKA yang melakukan kecurangan. Ketegasan ini bertujuan me...

news | 11:15 WIB

Wamen Isyana Bagoes Oka mendorong distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan balita ditingkatkan setiap ha...

news | 10:45 WIB

Kementerian PU mulai laksanakan program P3TGAI 2026 di 12.000 lokasi seluruh Indonesia. Simak informasi rekrutmen TPM da...

news | 10:40 WIB

Kemnaker buka pendaftaran Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 tahun 2026 untuk 2.100 peserta. Simak syarat, biaya PNBP, dan...

news | 09:00 WIB