China Tegaskan Netral, Bantah Terlibat Pasok Senjata ke Kamboja

Pemerintah China membantah tudingan telah memasok persenjataan kepada Kamboja terkait bentrokan perbatasan terbaru dengan Thailand. Bantahan tersebut disampaikan Beijing pada Rabu (17/12) melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

Elara | MataMata.com
Kamis, 18 Desember 2025 | 13:00 WIB
China Tegaskan Netral, Bantah Terlibat Pasok Senjata ke Kamboja

China Tegaskan Netral, Bantah Terlibat Pasok Senjata ke Kamboja

matamata.com -  Pemerintah China membantah tudingan telah memasok persenjataan kepada Kamboja terkait bentrokan perbatasan terbaru dengan Thailand. Bantahan tersebut disampaikan Beijing pada Rabu (17/12) melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

China menegaskan bahwa kerja sama pertahanan yang dijalin dengan Thailand dan Kamboja merupakan hubungan lama yang bersifat normal serta tidak diarahkan kepada pihak ketiga mana pun.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China dan dibagikan oleh Kedutaan Besar China di Bangkok, menanggapi laporan penyitaan peralatan militer buatan China oleh pasukan Thailand. Peralatan tersebut, termasuk rudal antitank, ditemukan di sekitar celah Chong An Ma, lokasi terjadinya bentrokan.

Dalam konferensi pers rutin pada 17 Desember, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menjawab pertanyaan terkait asal amunisi yang ditemukan di kawasan konflik tersebut.

“China telah lama menjalin kerja sama pertahanan yang normal dengan Thailand dan Kamboja,” kata juru bicara tersebut.

Ia menegaskan, “Kerja sama ini tidak ditujukan kepada pihak ketiga mana pun dan tidak memiliki kaitan dengan bentrokan perbatasan saat ini antara Thailand dan Kamboja.”

Sebelumnya, pejabat militer Thailand melaporkan penemuan sejumlah sistem persenjataan buatan China usai terjadinya konfrontasi di celah Chong An Ma. Temuan itu sempat memicu kekhawatiran adanya keterlibatan atau dukungan militer dari pihak luar.

Menanggapi hal tersebut, Beijing kembali menekankan sikap netralnya. China menyatakan bahwa keberadaan perangkat militer buatan negaranya di wilayah tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bilateral jangka panjang, bukan hasil dari intervensi atau pengiriman senjata terbaru terkait konflik perbatasan yang sedang berlangsung. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga k...

news | 14:30 WIB

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB

Partai Gerindra menegaskan tidak mengintervensi kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Tim...

news | 12:15 WIB