Lebih dari 3 Juta Warga Portugal Turun ke Jalan Tolak Reformasi Ketenagakerjaan

Portugal diguncang aksi mogok nasional terbesar dalam lebih dari satu dekade. Pada Kamis, lebih dari tiga juta warga menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap rencana reformasi undang-undang ketenagakerjaan yang diajukan pemerintah

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 Desember 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi bendera Portugal. ANTARA/Pexels/Elsa Silva/am.

Ilustrasi bendera Portugal. ANTARA/Pexels/Elsa Silva/am.

Matamata.com - Portugal diguncang aksi mogok nasional terbesar dalam lebih dari satu dekade. Pada Kamis, lebih dari tiga juta warga menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap rencana reformasi undang-undang ketenagakerjaan yang diajukan pemerintah.

Menurut laporan Europa Press, aksi tersebut dikoordinasikan oleh dua serikat pekerja terbesar—General Union of Workers dan General Confederation of Portuguese Workers—yang menolak keras rencana pemerintahan Perdana Menteri Luis Montenegro.

Pemerintah Montenegro diketahui tengah mengusulkan revisi terhadap hampir seratus pasal dalam Kode Ketenagakerjaan, yang mengatur hubungan kerja, hak dan kewajiban pekerja serta perusahaan. Perubahan tersebut mencakup penyederhanaan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memperluas sistem kerja sementara.

Serikat pekerja menilai revisi itu berpotensi menggerus perlindungan buruh, memperbesar ketidakpastian pekerjaan, dan membatasi ruang gerak organisasi pekerja.

Aksi mogok nasional dengan skala serupa terakhir kali terjadi pada 2013, ketika para buruh memprotes kebijakan penghematan yang diberlakukan pemerintah sesuai tuntutan lembaga-lembaga internasional—Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional—sebagai syarat bantuan di masa krisis utang.

Serikat pekerja menyebut mobilisasi besar kali ini sebagai cerminan kegelisahan mendalam para pekerja terhadap arah reformasi pemerintah. Sementara itu, pembicaraan antara kabinet Montenegro dan perwakilan buruh hingga kini belum menghasilkan titik temu. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea d...

news | 15:15 WIB