Kementan Resmikan Kampung Peramalan OPT di Sleman untuk Perkuat Ketahanan Pertanian

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan kampung peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu.

Elara | MataMata.com
Minggu, 23 November 2025 | 15:15 WIB
Kementan Resmikan Kampung Peramalan OPT di Sleman untuk Perkuat Ketahanan Pertanian

Kementan Resmikan Kampung Peramalan OPT di Sleman untuk Perkuat Ketahanan Pertanian

matamata.com - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan kampung peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu.

Peresmian kampung peramalan tersebut ditandai dengan kegiatan tanam padi dan pemotongan tumpeng bersama jajaran Ditjen Tanaman Pangan dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Akhmad Musyafak, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Tanaman Pangan, menjelaskan bahwa kampung peramalan OPT dirancang untuk memprediksi dan memantau perkembangan populasi organisme pengganggu tanaman.

"Program kampung peramalan ini berkelanjutan dengan tujuan memberikan percontohan penerapan terkait pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT jika diperlukan," ujarnya.

Sleman dipilih sebagai satu dari lima daerah percontohan nasional. Wilayah Moyudan dinilai memiliki potensi pertanian yang besar serta memiliki kondisi endemis tikus sehingga relevan untuk penerapan program tersebut.

Musyafak menambahkan bahwa para petani akan mendapatkan pendampingan langsung dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) untuk memahami proses pengamatan, peramalan, hingga pengendalian OPT secara rinci.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementan dalam memperkuat sektor pertanian lokal melalui pembentukan kampung peramalan OPT.

Ia menilai pengendalian hama masih menjadi isu penting, terutama di kawasan Sleman barat. "Mengingat, sektor pertanian Sleman menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan di wilayah DIY," katanya.

Menurut Danang, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian modern yang menitikberatkan pada presisi, efisiensi, dan keberlanjutan. "Kami meyakini bahwa dengan adanya kampung peramalan OPT ini, petani Sleman dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, lebih cepat dan lebih akurat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa informasi dari sistem peramalan akan membantu petani menentukan waktu tanam, memilih varietas, serta melakukan pengendalian hama terpadu.

Baca Juga: Menuju Tahun ke-5, Cherrypop Umumkan Lineup Fase Pertama dan Commission Artist

Selain itu, Pemkab Sleman disebut terus mendorong digitalisasi pertanian melalui sistem informasi, sensor lapangan, peningkatan kapasitas penyuluh, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Danang berharap program tersebut dapat diperluas. "Kami berharap kampung peramalan OPT ini tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai wilayah lain," katanya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB