Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang: Tak Ada Toleransi!

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin langsung penyitaan 133,5 ton bawang bombay ilegal di sebuah gudang di Semarang Utara, Jawa Tengah. Bawang tersebut diduga kuat merupakan hasil penyelundupan tanpa dokumen resmi yang berpotensi m

Elara | MataMata.com
Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:15 WIB
Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang: Tak Ada Toleransi!

Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang: Tak Ada Toleransi!

matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin langsung penyitaan 133,5 ton bawang bombay ilegal di sebuah gudang di Semarang Utara, Jawa Tengah. Bawang tersebut diduga kuat merupakan hasil penyelundupan tanpa dokumen resmi yang berpotensi merusak ekosistem pertanian nasional.

Dalam inspeksi mendadak tersebut, Mentan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) mengamankan sedikitnya 6.172 karung bawang bombay. Amran menegaskan bahwa praktik impor ilegal ini tidak hanya merugikan negara dari sektor pajak, tetapi juga mengancam kesehatan tanaman dalam negeri.

“Pajak-pajaknya tidak masuk, penyelundupan ini merusak ekosistem kita karena ada risiko bakteri dan penyakit yang dibawa. Saya minta Polisi Militer (PM) mendampingi dan Kapolres mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Harus ada efek jera,” tegas Amran di Semarang, Sabtu (10/1).

Lindungi Semangat Jutaan Petani Menurut Amran, dampak dari satu kilogram barang ilegal sama bahayanya dengan jutaan kilogram jika membawa penyakit. Selain risiko biologis, penyelundupan pangan sangat memukul kondisi psikologis jutaan petani di Indonesia.

“Bukan soal tonasenya, satu ton atau seribu ton sama saja kalau membawa penyakit. Dampaknya besar karena menyangkut semangat petani. Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani dan 5 juta peternak yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir oknum,” ujarnya.

Amran mengingatkan bahwa saat ini Indonesia telah mencapai swasembada beras dan sedang memperkuat komoditas strategis lainnya. Masuknya pangan ilegal dapat menurunkan motivasi petani untuk berproduksi, yang pada akhirnya akan menciptakan ketergantungan pada impor.

Lampu Kuning untuk Mafia Pangan Mentan juga memberikan peringatan keras bahwa pengawasan ketat tidak hanya dilakukan pada komoditas bawang, tetapi juga beras, gula, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan). Ia mengaku telah mengantongi banyak laporan terkait praktik curang di sektor pangan.

“Ini semua akan kita bongkar. Lihat saja satu sampai dua minggu ke depan, kita akan sikat semua,” tegasnya.

Ia berkaca pada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang pernah masuk ke Indonesia akibat penyelundupan ternak, yang menyebabkan kerugian hingga ratusan triliun rupiah bagi peternak rakyat. Oleh karena itu, kedaulatan pangan melalui pengawasan ketat di pintu-pintu masuk menjadi harga mati.

Kementerian Pertanian kini menyerahkan proses hukum selanjutnya kepada pihak kepolisian untuk mengidentifikasi dalang di balik penyelundupan ratusan ton bawang bombay tersebut. (Antara)

Baca Juga: Tanggapi Gugatan Wanprestasi Rp5 Miliar, Adly Fairuz Siap Hadapi Persidangan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bakal berkoordinasi dengan pemerintah merespons usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades AMJ) demi efi...

news | 13:07 WIB

KPK memanggil Kepala Perum Bulog Jateng dan 37 saksi terkait dugaan korupsi bansos beras PKH Kemensos yang merugikan neg...

news | 12:09 WIB

Pemprov DKI Jakarta mengecek langsung penerima bansos di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran di masa transisi...

news | 10:45 WIB

Menhut Raja Juli Antoni meminta petugas tak lengah meski hotspot karhutla di Ketapang turun. Kemenhut juga menyegel laha...

news | 10:15 WIB

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB