VinFast dan Strategi Cerdas Bikin Mobil Listrik Jadi Gaya Hidup Terjangkau

Tak sekadar menjual kendaraan, pabrikan asal Vietnam ini membangun kepercayaan publik terhadap masa depan mobilitas ramah lingkungan.

Yohanes Endra | MataMata.com
Minggu, 09 November 2025 | 10:02 WIB
VinFast dan Misi Besar Asia Tenggara Mengejar Revolusi Mobil Listrik Dunia. [istimewa]

VinFast dan Misi Besar Asia Tenggara Mengejar Revolusi Mobil Listrik Dunia. [istimewa]

Matamata.com - Di tengah kompetisi sengit industri mobil listrik global, VinFast memilih jalur berbeda. Saat banyak produsen fokus menurunkan harga demi menarik pembeli, VinFast justru berinvestasi pada hal yang lebih mendasar: membangun kepercayaan bahwa mobil listrik dapat diakses, diandalkan, dan menjadi bagian alami dari keseharian masyarakat.

Alih-alih ikut serta dalam “perang harga”, VinFast bertanya pada dirinya sendiri: apakah sekadar potongan harga cukup untuk mengubah kebiasaan konsumen? Jawabannya: tentu tidak.

Untuk itu, mereka menghadirkan skema kepemilikan yang inovatif—memisahkan harga baterai dari harga mobil. Dengan sistem langganan baterai, pengguna bisa membawa pulang mobil listrik dengan harga awal jauh lebih ringan, tanpa terbebani biaya komponen paling mahal dalam kendaraan listrik tersebut.

VinFast Dorong Proyek Energi Terbarukan. [istimewa]
VinFast Dorong Proyek Energi Terbarukan. [istimewa]

 

Biaya langganan baterai berkisar antara Rp253 ribu hingga Rp1 juta per bulan, tergantung model. Semua risiko teknis, termasuk perawatan dan penggantian baterai, sepenuhnya ditanggung VinFast.

Strategi ini secara efektif menjawab salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna mobil listrik: daya tahan dan biaya perbaikan baterai. Bahkan, VinFast memberikan garansi baterai seumur hidup—jika kapasitas turun di bawah 70 persen, baterai akan diganti tanpa biaya tambahan.

Pendekatan Finansial yang Mengubah Arah Pasar

Langkah ini bukan sekadar taktik pemasaran, melainkan visi bisnis jangka panjang yang jarang diambil industri otomotif. Dengan menurunkan harga awal kendaraan, VinFast membuka peluang bagi masyarakat kelas menengah untuk beralih ke mobil listrik.

Harga yang lebih terjangkau juga berdampak langsung pada cicilan pokok dan bunga yang lebih rendah. Di negara seperti Indonesia, di mana pembelian kendaraan umumnya dilakukan melalui kredit, kebijakan ini dapat menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan pasar mobil listrik.

Sebagai contoh, model VF 3 dilego senilai Rp156 juta melalui skema langganan baterai. Sementara model VF e34 dapat menghemat hingga Rp112 juta dibandingkan versi dengan baterai terintegrasi. Hasilnya, transisi menuju energi bersih tak lagi sekadar idealisme, tetapi pilihan rasional dan ekonomis bagi masyarakat luas.

Kepercayaan Sebagai Pondasi Utama

VinFast memahami bahwa persoalan utama dalam adopsi kendaraan listrik bukan semata harga, melainkan keyakinan pengguna terhadap keandalan produk. Karena itu, mereka melengkapi strategi finansialnya dengan tiga jaminan utama: garansi kendaraan selama 10 tahun, nilai jual kembali yang terjamin, serta akses pengisian daya gratis melalui jaringan V-GREEN.

Pendekatan ini memperlihatkan filosofi bisnis VinFast: konsumen bukan sekadar pembeli, tetapi mitra dalam perjalanan menuju masa depan energi bersih.

“Memisahkan biaya baterai dari harga kendaraan adalah langkah cerdas,” ujar Michael Vousden, analis otomotif di GlobalData. “Baterai merupakan komponen paling mahal. Strategi ini membuat mobil listrik lebih mudah dijangkau tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus menumbuhkan kepercayaan konsumen.”

Menyongsong Masa Depan Mobilitas yang Lebih Tenang

Ketika industri otomotif global berlomba dalam perang harga, VinFast mengambil pendekatan yang lebih berkelanjutan. Fokus mereka bukan pada sensasi pasar, tetapi pada menciptakan sistem mobilitas yang adil, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.

Karena sesungguhnya, transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada teknologi. Ia juga menuntut perubahan paradigma—baik dari industri, pemerintah, maupun masyarakat—agar energi bersih benar-benar menjadi kenyataan yang dapat diakses semua orang.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Prin...

news | 18:48 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa rumah sakit (RS) milik negar...

news | 18:32 WIB

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengungkapkan fakta memprihatinkan mengenai kualitas pemberitaan nasional. Ia meny...

news | 17:30 WIB

Lembaga riset Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas publik merasa puas den...

news | 16:30 WIB

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan kelakar emosional pasca-laga final Piala Asia Futsal 2026 mel...

news | 07:00 WIB

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) memi...

news | 16:15 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya untuk menjaga integ...

news | 15:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan dan perkenalan (ta'aruf) pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pe...

news | 14:15 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai langkah nyata dalam membantu pemulihan pascabencana dengan merevitalisasi 500 ruma...

news | 13:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap motif di balik dugaan suap yang melibatkan anak usaha Kementerian Keuangan...

news | 12:30 WIB