Airlangga: Utang Proyek Kereta Cepat "Whoosh" Akan Dibahas Antar Kementerian dan Danantara

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa permasalahan terkait utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh akan dibahas secara teknis antar kementerian serta bersama PT Danantara Indonesia.

Elara | MataMata.com
Kamis, 06 November 2025 | 08:00 WIB
Airlangga: Utang Proyek Kereta Cepat

Airlangga: Utang Proyek Kereta Cepat "Whoosh" Akan Dibahas Antar Kementerian dan Danantara

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa permasalahan terkait utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau “Whoosh” akan dibahas secara teknis antar kementerian serta bersama PT Danantara Indonesia.

“Kita sedang bahas. Nanti tentu dibicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi bersama Danantara,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu.

Airlangga meyakini bahwa Danantara Indonesia memiliki berbagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan utang proyek “Whoosh”.

“Kalau korporasi kan banyak cara,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajarannya untuk mencari skema terbaik dalam menyelesaikan masalah utang proyek “Whoosh”, termasuk menghitung detail angka dan menyiapkan berbagai skenario penyelesaian.

“Pak Airlangga, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara diminta untuk menghitung lagi detail-detailnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya, perpanjangan masa pinjaman. Itu bagian dari skenario, skema yang terbaik,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Danantara Indonesia menyatakan telah menyiapkan dua skema untuk menyelesaikan utang proyek KCIC, yaitu dengan mengambil alih infrastruktur dan menyuntikkan dana tambahan.

“Apakah kemudian kita tambahkan equity yang pertama atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain — infrastrukturnya milik pemerintah. Nah, dua opsi ini yang kita tawarkan,” kata COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

Dony menambahkan, proyek tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat karena memangkas waktu tempuh. Saat ini, jumlah penumpang KCIC terus meningkat hingga mencapai 30 ribu penumpang per hari.

“Tapi dari satu sisi, kita juga memperhatikan keberlanjutan KAI itu sendiri. Karena KCIC ini sekarang bagian dari KAI. Inilah yang sedang kita cari solusinya,” ujar Dony. (Antara)

Baca Juga: BGN Tegaskan Ompreng Program Makan Bergizi Gratis Harus Gunakan Stainless Steel 304

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Repub...

news | 10:30 WIB

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB