Prabowo Pastikan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak khawatir terkait penyelesaian utang proyek kereta cepat JakartaBandung atau Whoosh.

Elara | MataMata.com
Selasa, 04 November 2025 | 16:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025). Presiden Prabowo meresmikan Stasiun Tanah Abang dengan nilai proyek lebih dari Rp309 miliar yang mencakup pembangunan gedung stasiun baru dengan luas bangunan 18.150 meter persegi dan jalur eksisting sepanjang 1.489 meter single track, serta penambahan dan pengembangan berbagai fasilitas penunjang sehingga mampu melayani penumpang 300 ribu orang perhari. ANTARAFOTO/Galih Pradipta/YU (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025). Presiden Prabowo meresmikan Stasiun Tanah Abang dengan nilai proyek lebih dari Rp309 miliar yang mencakup pembangunan gedung stasiun baru dengan luas bangunan 18.150 meter persegi dan jalur eksisting sepanjang 1.489 meter single track, serta penambahan dan pengembangan berbagai fasilitas penunjang sehingga mampu melayani penumpang 300 ribu orang perhari. ANTARAFOTO/Galih Pradipta/YU (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Indonesia (KAI) tidak khawatir terkait penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

“Indonesia bukan negara sembarangan. Sudah kami hitung, tidak ada masalah. Jadi PT KAI tidak usah khawatir, semuanya tidak perlu khawatir,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa.

Presiden menegaskan, pemerintah telah mempelajari permasalahan terkait pembiayaan proyek tersebut dan memastikan tidak ada persoalan yang perlu dikhawatirkan.

“Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya bertanggung jawab atas utang proyek Whoosh itu,” ujarnya.

Prabowo menilai, pembangunan transportasi publik seperti Whoosh tidak bisa diukur hanya dari sisi keuntungan atau kerugian finansial, melainkan dari manfaatnya bagi masyarakat.

Menurut Kepala Negara, skema pembiayaan transportasi umum di berbagai negara umumnya menjadi bagian dari kewajiban pelayanan publik (public service obligation).

Ia mencontohkan, sebagian besar layanan kereta api nasional disubsidi oleh pemerintah agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas. Prabowo menekankan, subsidi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara yang menggunakan dana rakyat, baik dari pajak maupun kekayaan negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan negara.

Ia menegaskan, uang rakyat tidak boleh disalahgunakan dan harus dikembalikan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Presiden juga mengimbau agar persoalan proyek Whoosh tidak dipolitisasi dan meminta masyarakat tetap tenang.

Baca Juga: Mentan: Deflasi Beras di 23 Provinsi Hasil Sinergi Lintas Sektor

“Jangan khawatir. Saya sudah pelajari masalahnya. Indonesia sanggup, dan itu hal yang wajar. Jangan dipolitisasi. Jangan kita menari di gendang orang. Mungkin ada pihak-pihak yang ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Tidak perlu. Bangsa kita kuat, bangsa kita kaya,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan jajarannya agar tidak lengah, tidak tertipu, dan tidak membiarkan adanya penyelewengan dalam pengelolaan kekayaan negara.

“Saya tidak akan ragu. Bersama tim saya, kita akan menghemat, menyelamatkan aset, mencari sumber-sumber kekayaan, dan mengelolanya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Presiden menegaskan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang...

news | 06:00 WIB

Pemerintah China menyatakan keterkejutannya atas keputusan Pemerintah Israel yang memberikan kewenangan penuh kepada mil...

news | 17:18 WIB

Pemerintah Iran secara resmi akan menuntut kompensasi dari Uni Emirat Arab (UEA) atas kerusakan yang dipicu oleh seranga...

news | 17:09 WIB

Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran menyebut nilai-nilai Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai perekat kerukunan...

news | 17:03 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana targetkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kualitas bintang lima dengan harga Rp10 ribu melalu...

news | 13:15 WIB

Wamenham Mugiyanto mendesak transparansi dan koordinasi Polri-TNI dalam kasus kekerasan aktivis KontraS Andrie Yunus aga...

news | 12:00 WIB

Ketua DMI Jusuf Kalla mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Bersama Menlu 8 negara, JK mendesak pembukaan akses...

news | 10:00 WIB

Wamen ESDM Yuliot meresmikan pengaliran gas pipa Cisem 2 sepanjang 302 km. Proyek ini menjamin kepastian energi industri...

news | 09:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya berdiskusi dengan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto untuk menyusun strategi internasionalisasi Ba...

news | 08:00 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan kolaborasi lintas sektor dan penghapusan biaya BPHTB/PBG bagi MBR sebagai solusi percep...

news | 07:00 WIB