Purbaya Akui Coretax Belum Rampung, Target Perbaikan Berlanjut hingga Awal 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proses pembenahan sistem Coretax terus menunjukkan kemajuan, meski belum dapat diselesaikan dalam waktu sebulan seperti yang semula dijanjikan.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:48 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Matamata.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proses pembenahan sistem Coretax terus menunjukkan kemajuan, meski belum dapat diselesaikan dalam waktu sebulan seperti yang semula dijanjikan.

Menurut Purbaya, keterlambatan tersebut terutama disebabkan oleh kontrak kerja dengan LG CNS-Qualysoft Consortium sebagai pihak pengembang. Ia menjelaskan bahwa masalah yang bisa ditangani oleh tim internal pemerintah telah dirampungkan, sementara sebagian lainnya masih menunggu koordinasi dengan pihak LG.

“Ternyata masih ada bagian-bagian yang terikat kontrak dengan pihak LG, di mana kami belum dikasih akses ke sana karena mereka masih mengerjakan itu. Baru Desember dikasih aksesnya ke kami,” ujar Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Purbaya memaparkan bahwa gangguan pada sistem Coretax terjadi di beberapa lapisan, yakni upper layer, middle layer, programming layer, dan operational layer.

Di upper layer, kendala disebabkan oleh jaringan internet dari Telkom yang belum optimal, sehingga pengguna kerap mengalami time out atau gagal login. Ia menyebut langkah mitigasi sudah dilakukan dengan memindahkan trafik jaringan ke Lintasarta.

“Status Telkom di-take out, sementara trafik diteruskan via Lintasarta. Jadi yang di depan sudah selesai yang upper layer,” jelasnya.

Sementara itu, masalah di middle layer berkaitan dengan manajemen session dan cookie yang belum tertata rapi, menyebabkan halaman sering terlempar, akses menjadi lambat, atau bahkan terblokir. Untuk memperbaikinya, Kemenkeu menerapkan CDN dan firewall sebagai pelindung aplikasi.

Pada programming layer, kesalahan logika pemrograman menjadi pemicu munculnya pesan error di sisi pengguna. Purbaya menyebut perbaikan di lapisan ini baru terselesaikan sebagian karena masih menunggu tindak lanjut dari LG.

“Sekarang mereka sudah lebih cepat, walaupun masih lambat, tapi mereka sudah kirim orang ke sini. Jadi, kami optimalkan perbaikan dengan kendala yang ada dalam hal ini, sebagian masih dipegang LG,” tambahnya.

Adapun pada operational layer, kendala utama berupa munculnya error 500 dan lambatnya penampilan data. Purbaya mengatakan pihaknya masih terus mempelajari penyebab dan solusi terbaik untuk masalah tersebut.

Baca Juga: Kejagung Gerebek Kantor Bea Cukai, Usut Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit (POME)

Purbaya memperkirakan seluruh kendala sistem Coretax dapat diselesaikan pada Januari atau Februari 2026, setelah kontrak kerja dengan vendor berakhir. Ia juga menegaskan bahwa ke depan Indonesia harus mampu mengembangkan teknologi secara mandiri.

Purbaya optimistis, “Indonesia memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mengembangkan teknologi sendiri, sehingga tak perlu lagi bergantung dengan vendor asing.” (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB