PBNU: Tragedi Ponpes Al Khoziny Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem Pesantren

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai ambruknya mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan pesantren secara menyeluruh,

Elara | MataMata.com
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 16:30 WIB
PBNU: Tragedi Ponpes Al Khoziny Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem Pesantren

PBNU: Tragedi Ponpes Al Khoziny Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem Pesantren

matamata.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai ambruknya mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan pesantren secara menyeluruh, khususnya di bidang infrastruktur.

“Kita tahu itu baru puncak dari gunung es masalah infrastruktur, di mana pesantren harus kita perjuangkan bersama untuk perbaikan-perbaikan yang lebih lanjut nantinya,” ujar Yahya di Jakarta, Jumat (10/10).

Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menanggapi peristiwa tersebut, termasuk membangun kembali fasilitas yang rusak dan memberikan perhatian kepada para santri.

“Kita berterima kasih bahwa pemerintah sudah menunjukkan perhatian dalam hal ini. Mudah-mudahan nanti secara sistemis masalah ini bisa kita selesaikan,” tambahnya.

Yahya juga mengingatkan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa untuk menghadapi berbagai musibah yang datang silih berganti.

“Musibah-musibah seperti yang dialami oleh Al-Khoziny ini masih ditambah ada gempa, banjir, dan lain sebagainya. Ini semua tantangan-tantangan besar yang hanya mungkin kita bisa lewati kalau kita menggalang dengan persatuan yang kokoh di antara kita semua,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan pemerintah terus memberikan bantuan kepada para korban, baik secara medis maupun sosial.

“Untuk rehabilitasi sosial, pemerintah akan melaksanakan pendampingan serta pemenuhan kebutuhan pokok bagi korban dan keluarganya,” kata Mensos saat menjenguk korban di RSUP Notopuro Sidoarjo, Jumat.

Ia menjelaskan, rehabilitasi medis diberikan kepada korban yang masih menjalani perawatan, sedangkan rehabilitasi sosial dilakukan pascaperawatan melalui pemulihan trauma dan perlindungan berupa jaminan kesehatan. (Antara)

Baca Juga: 5.000 Chef Profesional Siap Turun ke Daerah, BGN Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB