KUR Perumahan Dorong Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Elara | MataMata.com
Senin, 29 September 2025 | 16:15 WIB
Menteri PKP menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri sosialisasi KUR Perumahan di Jakarta. (ANTARA/Aji Cakti)

Menteri PKP menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri sosialisasi KUR Perumahan di Jakarta. (ANTARA/Aji Cakti)

Matamata.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Lewat KUR Perumahan dimana pemerintah akan mensubsidi suku bunga 5 persen bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) akan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Maruarar atau akrab disapa Ara dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Program KUR Perumahan merupakan bagian dari kebijakan pro rakyat Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah. Pemerintah juga meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit rumah subsidi.

Selain itu, berbagai insentif lain turut diberikan, mulai dari pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berlaku sampai akhir tahun.

“Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan bahwa penyerapan anggaran termasuk KUR Perumahan juga harus ditingkatkan. Kami harap perbankan juga bisa menyalurkan KUR Perumahan ini dengan baik jelang akhir tahun,” kata Ara.

Pemerintah telah menetapkan plafon KUR Perumahan tahun ini sebesar Rp130 triliun, yang menjadi batas maksimal kredit perbankan kepada masyarakat maupun pelaku usaha di sektor perumahan. Ara berharap plafon tersebut dapat terserap secara optimal pada 2025.

Menurutnya, KUR Perumahan tidak hanya ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menyentuh ekosistem perumahan yang lebih luas, mulai dari pengembang, kontraktor, hingga toko bangunan.

“Ini bukti keberpihakan negara, Pemerintahan Presiden Prabowo kepada rakyat. Makanya namanya kredit usaha rakyat untuk perumahan, karena perumahan sektor yang ekosistemnya luar biasa,” tegasnya.

Ara menambahkan, target pembangunan rumah subsidi tahun ini ditetapkan mencapai 350 ribu unit, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya 230 ribu unit. (Antara)

Baca Juga: BSya, Mitra Cerdas Finansialmu: Kebebasan Bertransaksi Tanpa Dompet, dari QRIS hingga Tarik Tunai

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan berkas perkara tersangka utama aktivitas penambangan ilegal di kawasan konse...

news | 13:15 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa peran ulama, pondok pesantren, dan umara (pemerintah) me...

news | 12:00 WIB

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) secara resmi membuka akses Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, bag...

news | 11:12 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyiapkan rencana transformasi Kawasan Menteng, Jakart...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengawali hari pertama tahun 2026 dengan meninjau pembangunan rumah hunian Danantara serta men...

news | 07:17 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana menerapkan regulasi baru bagi wisatawan mancanegara (wisman) mulai tahun 20...

news | 06:00 WIB

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membuka ruang dialo...

news | 17:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap menangani dampak bencana di wilayah Sumatera secara serius m...

news | 16:15 WIB

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan...

news | 15:15 WIB

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto guna mem...

news | 14:15 WIB