Ketua MUI Imbau Massa Demo Tak Lakukan Penjarahan dan Anarkisme

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi penjarahan maupun tindakan anarkis saat menyampaikan aspirasi dalam demonstrasi.

Elara | MataMata.com
Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Ketua MUI Imbau Massa Demo Tak Lakukan Penjarahan dan Anarkisme

Ketua MUI Imbau Massa Demo Tak Lakukan Penjarahan dan Anarkisme

matamata.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi penjarahan maupun tindakan anarkis saat menyampaikan aspirasi dalam demonstrasi.

“Masyarakat agar menahan diri dari tindakan anarkistik, vandalisme, perusakan fasilitas publik, serta penjarahan dan pengambilan properti orang lain secara tidak hak,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Niam menegaskan bahwa penyampaian pendapat, sekalipun dalam situasi marah, tidak boleh disertai dengan kekerasan, penjarahan, atau pencurian harta orang lain. Ia menekankan bahwa hal tersebut bertentangan dengan hukum agama maupun peraturan perundang-undangan.

“Bagi massa yang mengambil, menyimpan, dan/atau menguasai barang secara tidak hak, agar segera mengembalikan kepada pemilik atau kepada yang berwajib, supaya tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari,” katanya.

Lebih lanjut, Niam mengajak masyarakat untuk menahan diri, melakukan introspeksi, serta menjaga komitmen bersama dalam menciptakan perdamaian. Ia juga menekankan pentingnya mencegah tindakan destruktif yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Di tengah situasi sosial ekonomi dan sosial politik yang kurang baik, kesenjangan yang masih tinggi, maka pejabat dan masyarakat sudah seharusnya mengedepankan gaya hidup yang sederhana, membangun solidaritas sosial, mengedepankan semangat kesetiakawanan sosial, serta menghindari flexing, gaya hidup mewah dan hedonisme, meski sekadar untuk konten,” tegasnya.

Niam menambahkan, aspirasi mahasiswa maupun masyarakat yang ditujukan untuk perbaikan bangsa harus direspons secara bijak, cepat, dan dengan komitmen kuat untuk mendengar serta melakukan perubahan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pihak Ruben Onsu melalui Minola Sebayang menyayangkan alat bukti yang diserahkan Sarwendah dalam sidang hak asuh anak di...

news | 13:45 WIB

Vino G. Bastian mengungkapkan kenangan haru di balik peran Buya Hamka. Sang ibu ternyata di-mualafkan langsung oleh Buya...

news | 13:15 WIB

Aktor Patrick Stewart meninggal dunia di usia 86 tahun setelah mengidap Alzheimer dan demensia Lewy body. Simak gejala s...

news | 12:52 WIB

Polri menetapkan 20 korporasi dan 245 perorangan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026, term...

news | 10:41 WIB

Kuasa hukum menyatakan Wapres Gibran Rakabuming Raka siap hadir di sidang PTUN Jakarta terkait gugatan ijazah, selama ti...

news | 10:30 WIB