Gibran Nilai Usulan Gerbong Perokok Tidak Selaras dengan Program Kesehatan Presiden

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai usulan anggota DPR mengenai penyediaan gerbong khusus perokok di kereta jarak jauh tidak sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.

Elara | MataMata.com
Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:15 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Matamata.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai usulan anggota DPR mengenai penyediaan gerbong khusus perokok di kereta jarak jauh tidak sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.

“Program kesehatan sudah jelas arahnya. Ada Cek Kesehatan Gratis, pemberantasan stunting, hingga pembangunan rumah sakit baru oleh Kementerian Kesehatan,” kata Gibran usai meninjau revitalisasi Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/8).

Ia menegaskan, penambahan gerbong khusus perokok tidak selaras dengan program prioritas Presiden, termasuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, Gibran mengingatkan bahwa sejumlah regulasi telah menetapkan transportasi umum sebagai kawasan bebas rokok. Aturan tersebut di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan pelaksana UU Kesehatan, serta Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2014 tentang larangan merokok di angkutan umum.

“Sekali lagi, untuk bapak-ibu anggota DPR yang terhormat, saya mohon maaf, masukannya kurang sinkron dengan program dari Bapak Presiden,” ujar Gibran.

Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh masukan terkait peningkatan layanan PT Kereta Indonesia (KAI) tetap akan ditampung.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Nasim Khan mengusulkan agar KAI menyediakan gerbong khusus perokok di kereta jarak jauh. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, pada Rabu (20/8).

Menanggapi hal itu, PT KAI menegaskan bahwa seluruh layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman panggil 41 pemain untuk FIFA Series 2026 di Jakarta. Cek daftar lengkap pemain dan...

news | 07:15 WIB

Menteri PKP Maruarar Sirait resmi memperpanjang tenor cicilan rumah subsidi menjadi 30 tahun. Simak skema terbaru untuk ...

news | 06:02 WIB

Korea Youth Summit 2026 menetapkan pemenang resmi melalui keputusan final, menegaskan capaian pemuda dunia dalam inovasi...

news | 18:26 WIB

Korea Youth Summit 2026 di Seoul menjadi ajang internasional yang memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan global ...

news | 18:10 WIB

WHO memperingatkan sistem kesehatan Gaza di ambang kehancuran. Stok medis dasar habis dan 18.000 pasien menunggu evakuas...

news | 15:04 WIB

Perum Bulog dan Kementan jamin stok beras nasional aman hingga 324 hari ke depan di tengah gejolak perang Timur Tengah d...

news | 14:36 WIB

China kecam serangan AS-Israel ke Iran dan tegaskan dukungan politik bagi kedaulatan Teheran. Simak laporan lengkap evak...

news | 11:45 WIB

Situs megalit berusia 1.000 tahun di Dongi-Dongi, Poso, diduga dirusak penambang emas ilegal. Simak kronologi dan penjel...

news | 09:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga BBM subsidi berpotensi naik jika harga minyak dunia terus melonjak ...

news | 07:00 WIB

Dua kapal tanker Pertamina terjebak di Selat Hormuz akibat konflik Iran-AS. Pemerintah Indonesia intensifkan negosiasi d...

news | 15:00 WIB