Marty Natalegawa Desak Diplomasi Aktif Hadapi Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja

Pendiri Forum Amity Circle, Marty Natalegawa, menyatakan perlunya peningkatan diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Elara | MataMata.com
Senin, 28 Juli 2025 | 14:57 WIB
Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014 Marty Natalegawa menyampaikan pernyataan dalam agenda peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika oleh CSIS Indonesia di Jakarta, Rabu (16/4/2025). ANTARA/Nabil Ihsan

Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014 Marty Natalegawa menyampaikan pernyataan dalam agenda peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika oleh CSIS Indonesia di Jakarta, Rabu (16/4/2025). ANTARA/Nabil Ihsan

Matamata.com - Pendiri Forum Amity Circle, Marty Natalegawa, menyatakan perlunya peningkatan diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Melalui akun resmi Amity Circle di platform X, Senin (28/7), mantan Menteri Luar Negeri RI itu menilai bahwa upaya diplomatik perlu ditingkatkan agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas.

Ia juga mengusulkan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus ASEAN sebagai forum bagi kedua negara untuk menyampaikan pandangan secara langsung, sejalan dengan ketentuan dalam Piagam ASEAN.

"Upaya ini tidak boleh terseret dalam perdebatan bilateral atau regional yang berkepanjangan," ujarnya.

Marty menekankan bahwa ASEAN secara historis telah mampu menangani konflik dengan pendekatan cermat, lincah, dan strategis. Hal tersebut, menurutnya, terbukti pada tahun 2011, ketika ASEAN berhasil menurunkan ketegangan konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Ia menyebut bahwa keberhasilan serupa masih mungkin dicapai pada 2025, asalkan pendekatan yang sama diterapkan kembali.

Untuk memperkuat upaya perdamaian, Marty juga menyarankan agar pihak ketiga—baik negara maupun individu—dilibatkan secara formal maupun informal, dengan tetap menghormati posisi masing-masing pihak.

"Asia Tenggara telah menjadi pengecualian gemilang di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. Kawasan ini berhasil memanfaatkan dividen perdamaian untuk transformasi positif," tuturnya.

Namun, bentrokan yang kembali pecah antara Thailand dan Kamboja, menurut Marty, dapat mengancam stabilitas kawasan dan bertentangan dengan semangat Komunitas ASEAN.

"Diplomasi harus diutamakan. Perdamaian harus diupayakan," tegasnya.

Baca Juga: Indonesias Horse Racing - Indonesia Derby 2025: Kuda King Argentin Raih Gelar Triple Crown Indonesia

Ia menambahkan bahwa perdamaian yang telah terbangun selama puluhan tahun melalui kepercayaan strategis dan persahabatan antarnegara ASEAN kini terancam.

"Senjata dan mortir tak lagi diam," ucapnya.

Tidak seperti konflik internal, lanjut Marty, bentrokan ini melibatkan dua negara anggota ASEAN, sehingga bobotnya sangat serius. Hal ini, menurutnya, bertentangan dengan komitmen Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) serta Piagam ASEAN, yang menekankan penyelesaian damai dan penolakan terhadap ancaman atau penggunaan kekuatan.

Marty mendesak agar konflik bersenjata segera dihentikan tanpa mengurangi posisi prinsip kedua negara atas isu yang mendasarinya. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan situasi kondusif untuk dialog dan penyelesaian damai. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Indonesia dan Jepang sepakati kerja sama konservasi komodo melalui program breeding loan di Shizuoka. Simak ambisi Diplo...

news | 15:00 WIB

Presiden Prabowo menginstruksikan penyelenggaraan Pasar Murah Untuk Rakyat di Monas, Sabtu (28/3) sore. Tersedia 100 rib...

news | 14:57 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menjamin stok pangan nasional aman dari dampak perang Timur Tengah. Simak penjelasan Zulhas ...

news | 13:45 WIB

Mentan Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi komoditas seperti kelapa dan sawit adalah kunci Indonesia menjadi negara kua...

news | 13:00 WIB

KPK ingatkan ASN dan kepala daerah dilarang gunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran 2026. Simak aturan dan risiko ko...

news | 12:30 WIB

Menag Nasaruddin Umar mendukung penuh PP Tunas yang membatasi medsos bagi anak bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026. Simak...

news | 11:30 WIB

Kanwil Kemenag Sumbar mulai mendistribusikan koper jemaah haji kloter 1 Kota Padang lebih awal. Simak perubahan warna ko...

news | 10:45 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid tegas bakal sanksi platform digital yang langgar PP Tunas per 28 Maret 2026. Meta dan YouTube di...

news | 08:15 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puji atmosfer SUGBK usai debut manis menang 4-0 atas St Kitts and Nevis. Simak eva...

news | 07:00 WIB

KJRI Jeddah memastikan 24 jemaah umrah WNI selamat dalam insiden bus terbakar di jalur Mekkah-Madinah. Simak kronologi d...

news | 06:00 WIB