Elon Musk Serukan Penghentian Pendanaan untuk PBB

Miliarder dan pengusaha teknologi Amerika Serikat, Elon Musk, pada Selasa (3/6), menyatakan setuju dengan tudingan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membungkam kebebasan berpendapat, serta menyerukan penghentian pendanaan terhadap lembaga intern

Elara | MataMata.com
Rabu, 04 Juni 2025 | 15:45 WIB
Elon Musk Serukan Penghentian Pendanaan untuk PBB

Elon Musk Serukan Penghentian Pendanaan untuk PBB

matamata.com - Miliarder dan pengusaha teknologi Amerika Serikat, Elon Musk, pada Selasa (3/6), menyatakan setuju dengan tudingan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membungkam kebebasan berpendapat, serta menyerukan penghentian pendanaan terhadap lembaga internasional tersebut.

"Hentikan pendanaan PBB," tulis Musk di platform media sosial miliknya, X.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas unggahan pengguna lain di X yang mengklaim bahwa PBB “baru saja menyatakan perang terhadap kebebasan berbicara,” seraya melampirkan cuplikan video pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengenai platform digital.

Dalam video yang diperkirakan direkam pada Juni 2023 itu, Guterres menyampaikan bahwa “platform digital telah disalahgunakan untuk menyesatkan sains dan menyebarkan disinformasi serta ujaran kebencian kepada miliaran orang.” Ia menyerukan aksi global yang terkoordinasi untuk menangani ancaman tersebut.

Guterres juga memaparkan Policy Brief on Information Integrity on Digital Platforms (Ringkasan Kebijakan tentang Integritas Informasi pada Platform Digital) sebagai kerangka kerja menuju “respons internasional yang terkoordinasi” dalam menghadapi penyalahgunaan informasi digital.

Sementara itu, pada akhir Februari lalu, sejumlah anggota Partai Republik di Senat AS mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang menyerukan penarikan penuh Amerika Serikat dari keanggotaan PBB.

Dokumen tersebut mencakup penghentian seluruh pendanaan AS untuk PBB dan pelarangan keterlibatan AS dalam misi penjaga perdamaian PBB.

Presiden AS, Donald Trump, dalam pengajuan anggaran untuk tahun fiskal 2026, juga mengusulkan penghentian sebagian besar kontribusi kepada PBB dan organisasi internasional lainnya.

Trump menargetkan penghapusan dana sekitar 1,6 miliar dolar AS (sekitar Rp26 triliun) untuk misi penjaga perdamaian, yang dinilai “boros,” “gagal,” dan memiliki beban kontribusi yang terlalu tinggi, menurut dokumen anggaran yang dirilis awal Mei. (Antara)

Baca Juga: Kejagung: Waspadai Modus Penipuan Tautan Tilang Atas Nama Kejaksaan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Pertamina (Persero) mematangkan persiapan menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober mendatang melalui...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan 3 pesan utama Indonesia di KTT BRICS 2026 terkait kemandirian nasional, Global So...

news | 07:15 WIB

Kementerian ESDM mendorong Unhas melakukan kajian ilmiah terkait potensi energi angin di Sulsel untuk memperkuat kelistr...

news | 12:27 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mendorong etos belajar maba Unismuh Makassar TA 2026/2027 serta menyerahkan santunan bagi haf...

news | 12:22 WIB

Iran bersama Irak dan negara Teluk bakal bertemu di Oman pada 14 September untuk membahas jalur pelayaran aman Selat Hor...

news | 10:19 WIB