PBB Cemas Lebanon Hancur Lebur Seperti Gaza: Berhenti Bermain Api!

Ketegangan Israel dan Lebanon membuat cemas Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Dia pun berharap agar konflik tersebut tidak menjadikan Lebanon seperti Gaza yang luluh lantak.

Riki Chandra | MataMata.com
Selasa, 16 Januari 2024 | 19:50 WIB
PBB Cemas Lebanon Hancur Lebur Seperti Gaza: Berhenti Bermain Api!

PBB Cemas Lebanon Hancur Lebur Seperti Gaza: Berhenti Bermain Api!

matamata.com - Ketegangan Israel dan Lebanon membuat cemas Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Dia pun berharap agar konflik tersebut tidak menjadikan Lebanon seperti Gaza yang luluh lantak.

"Kami tidak ingin Lebanon menjadi seperti Gaza. Dan kami tidak bisa membiarkan apa yang terjadi di Gaza berlanjut," kata Guterres dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB pada Senin (15/1/2024).

Sekjen PBB mengatakan, puluhan ribu orang di Israel utara dan Lebanon selatan telah mengungsi akibat pertempuran tersebut sekaligus akses kemanusiaan di Lebanon terus terhambat.

"Berhenti bermain api di Garis Biru (Blue Line), kurangi eskalasi, dan akhiri permusuhan sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 1701," katanya.

Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel sejak tentara negara Zionis itu melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober.

Baku tembak lintas batas baru-baru ini terjadi antara HIzbullah dan pasukan Israel, yang merupakan bentrokan paling mematikan sejak kedua pihak terlibat perang skala penuh pada 2006.

Sekjen PBB tersebut juga mengulangi seruannya untuk gencatan senjata di Gaza.

"Serangan gencar pasukan Israel di Gaza selama 100 hari ini telah menyebabkan kehancuran besar-besaran dan pembunuhan warga sipil pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (16/1/2024).

Dengan menekankan bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas adalah perempuan dan anak-anak, Guterres mengatakan bahwa tidak ada alasan yang bisa membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.

Guterres juga menguraikan dasar-dasar tertentu untuk operasi kemanusiaan yang efektif di Gaza.

Ia mengatakan bahwa PBB dan mitra-mitranya tidak dapat memberikan bantuan secara efektif ketika Gaza berada di bawah pemboman besar-besaran dan tak henti-hentinya oleh Israel.

Dia juga mencatat bahwa operasi bantuan menghadapi "rintangan besar" di perbatasan Gaza dan hambatan besar dalam distribusi di Gaza.

"Ini termasuk penolakan berulang kali terhadap akses ke wilayah utara (Gaza), tempat ratusan ribu orang masih tinggal. Sejak awal tahun ini, hanya tujuh dari 29 misi pengiriman bantuan ke wilayah utara yang dapat dilanjutkan," lanjutnya.

×
Zoomed
TERKINI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan combine harvester dan mengganti alat pertanian yang dicuri untu...

news | 16:15 WIB

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengajak masyarakat dan pengusaha bergotong royong mengatasi karhutla. Simak komi...

news | 15:50 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mencopot permanen 13 pejabat Kementan yang terbukti bermain judi online dengan nilai deposit ...

news | 14:17 WIB

Presiden Prabowo Subianto tegas menolak tawaran pinjaman utang dari IMF. Menkeu Purbaya tegaskan posisi fiskal Indonesia...

news | 14:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penutupan 290 BUMN rugi yang menghemat anggaran Rp50 triliun dan menargetkan efisi...

news | 13:37 WIB