Korut Tak Gentar Musnahkan Korea Selatan, Kim Jong-un: Musuh Utama!

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un menyebut Korea Selatan (Korsel) sebagai musuh utama negaranya.

Riki Chandra | MataMata.com
Rabu, 10 Januari 2024 | 15:22 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. [Dok.Antara]

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. [Dok.Antara]

Matamata.com - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un menyebut Korea Selatan (Korsel) sebagai musuh utama negaranya. Bahkan, media pemerintah Korut menyebutkan pada Rabu (10/1/2024), Korut tidak berniat menghindari perang dengan Korsel.

Kim Jong-un mengancam akan memusnahkan Korea Selatan jika negara tersebut berupaya menggunakan kekerasan terhadap Korea Utara. Hal itu dinyatakan Kim saat memeriksa pabrik-pabrik amunisi besar pada Senin dan Selasa kemarin, begitu dilaporkan Kantor Berita Korea Utara (KCNA).

"Diperkirakan ROK adalah musuh utama kami," kata Kim sambil menambahkan bahwa apa yang harus diprioritaskan oleh DPRK dalam hubungan dengan negara yang bermusuhan.

Pertama, tentu saja meningkatkan kemampuan militer untuk pertahanan diri dan pencegah perang nuklir. Kim menggunakan akronim nama resmi Korsel (ROK) dan Korut (DPRK).

Kim menegaskan, dia tidak akan memulai perang secara sepihak namun "juga tidak mempunyai niat untuk menghindari perang."

"Jika Korsel berupaya untuk "menggunakan angkatan bersenjata melawan DPRK atau mengancam kedaulatan dan keamanannya dan peluang seperti itu datang, kami tidak akan ragu untuk memusnahkan ROK dengan mengerahkan segala cara dan kekuatan yang ada di tangan kami," kata Kim seperti yang dikutip.

Kim juga menyatakan kepuasannya atas penempatan senjata dan peralatan jenis baru di pabrik-pabrik tersebut dan memerintahkan mereka untuk lebih meningkatkan kesiapan perang negaranya, lapor KCNA.

Pernyataan Kim muncul setelah dia menyebut hubungan antar-Korea sebagai "dua negara yang saling bermusuhan," dan mengatakan bahwa tidak ada gunanya mengupayakan rekonsiliasi dan unifikasi dengan Korsel dalam pertemuan penting partai pada akhir tahun.

Pyongyang sejak itu meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea, menembakkan ratusan peluru artileri dari pantai baratnya ke zona penyangga maritim di dekat Garis Batas Utara yang merupakan perbatasan maritim de facto di Laut Kuning, antara Jumat dan Minggu.

Pada Senin, militer Korsel mengatakan akan melanjutkan penembakan artileri dan latihan di dekat perbatasan laut dan darat, mencatat bahwa penembakan yang dilakukan Pyongyang baru-baru ini menghapuskan zona di mana tembakan langsung dan latihan skala besar dilarang. (Antara)

Baca Juga: Luas Banget dan Fasilitasnya Lengkap, INi 10 Potret Kamar Mewah Ameena di Rumah Baru

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dua kapal tanker Pertamina terjebak di Selat Hormuz akibat konflik Iran-AS. Pemerintah Indonesia intensifkan negosiasi d...

news | 15:00 WIB

BRIN kembangkan Inacell, material MCC dari limbah tandan kosong sawit untuk industri farmasi & pangan. Solusi ramah ling...

news | 14:15 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman puji hakim PN Batam yang tak vonis mati ABK pembawa 2 ton sabu, sebut hakim sudah ...

news | 13:30 WIB

Kabar baik untuk guru madrasah! Kemenag mulai cairkan TPG secara bertahap pekan ini. Simak jadwal penerbitan SKAKPT taha...

news | 12:00 WIB

Komisi Reformasi Polri siapkan rekomendasi besar untuk Presiden Prabowo, mulai dari revisi 32 regulasi internal hingga e...

news | 11:15 WIB

Gus Yahya dan Nusron Wahid beberkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendamaikan konflik Timur Tengah melalui ja...

news | 10:00 WIB

Menaker Yassierli tegaskan THR dan BHR 2026 wajib dibayar tepat waktu. Cek di sini lokasi posko aduan, nomor WhatsApp, d...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto berdiskusi 3 jam dengan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI membahas ancaman geopolitik global ...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan tokoh PBNU, Muhammadiyah, dan MUI di Istana Negara untuk bahas stabilitas nasional d...

news | 07:00 WIB

Menkop Ferry Juliantono menegaskan program Kopdes Merah Putih adalah kunci eksistensi koperasi Indonesia di tengah arus ...

news | 06:15 WIB