Anies Tampil Menyerang di Debat Ketiga, Ini Catatan Pengamat jika Tak Ingin Kehilangan Dukungan

Anies Baswedan diharapkan melengkapi data lebih banyak dalam debat kelima ketika KPU RI menghadirkan para capres.

Baktora | MataMata.com
Selasa, 09 Januari 2024 | 16:12 WIB
Capres nomor 1, Anies Baswedan memberi peparan, saat debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). (Instagram/@prabowo)

Capres nomor 1, Anies Baswedan memberi peparan, saat debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). (Instagram/@prabowo)

Matamata.com - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan tampil garang di debat ketiga Minggu (7/1/2024). Banyak menyerang Prabowo Subianto, hal itu dianggap berhasil menunjukkan sosok capres dari Koalisi Perubahan.

Anies Baswedan bahkan bisa mendapat banyak dukungan, sekaligus kemungkinan ditinggal oleh pendukungnya. Namun begitu, kemungkinan menurunnya pendukung justru kecil.

Menurut penelitian Indonesia Indicator (I2), Anies Baswedan, berhasil meraih kemenangan dalam debat ketiga pada Pemilu 2024 ini. Hal ini terlihat dari respons netizen di Istora Senayan, Jakarta, pada malam (7/1/2024), berdasarkan data exposure dan engagement di media sosial antara pukul 18.00 - 23.00 WIB.

Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang, menyatakan bahwa Anies Baswedan mendominasi perbincangan warganet selama debat, dengan tingkat percakapan tertinggi, diikuti oleh Prabowo yang menjadi fokus konflik.

"Siapa yang 'menguasai' panggung akan mendapat atensi. Jumlah percakapan Anies tertinggi, disusul Prabowo, dalam hal ini, Prabowo sebagai objek yang terseret dalam konflik," kata Rustika dikutip dari Antara, Selasa (9/1/2024).

Engagement, yang mencerminkan interaksi warganet terhadap Anies Baswedan melalui reaksi suka, komentar, pembagian konten, dan pengunggahan ulang konten di media sosial, juga mencatat keunggulan Anies.

Data I2 menunjukkan bahwa Anies Baswedan memiliki exposure terbesar di media sosial dengan total unggahan sebanyak 67.785 dan engagement sebanyak 614.058.

Sementara Prabowo Subianto memiliki total exposure 56.509 unggahan dengan 629.867 engagement, dan Ganjar Pranowo memiliki total exposure 51.682 unggahan dengan 354.950 engagement.

Secara umum, warganet lebih tertarik pada aspek penampilan, suasana, dan jalannya debat dibandingkan dengan substansi gagasan para kandidat. Anies Baswedan diapresiasi karena dianggap menguasai panggung, membuat Prabowo terpaksa melakukan klarifikasi secara berulang.

"Meskipun ada yang menganggap serangan Anies terlalu berlebihan dan personal, mayoritas warganet melihatnya sebagai strategi efektif untuk menyerang lawan," ujar dia.

Baca Juga: Mantan Ketum PBNU Said Aqil Bertemu Petinggi Partai Koalisi Perubahan di NasDem Tower, Deklarasi Dukung Anies-Cak Imin?

Rustika menilai bahwa Anies memahami baik psikologi rivalnya dan karakter pemirsa. Warganet lebih memperbincangkan situasi panggung yang memanas sejak awal debat.

Prabowo, di sisi lain, mulai terlihat emosional sejak pemaparan visi dan misi, menambah daya tarik perbincangan warganet. Sentimen negatif terhadap Prabowo mencapai 47 persen, tertinggi dibandingkan Anies (36 persen) dan Ganjar (25 persen).

Warganet mengkritik Prabowo yang dinilai selalu berkilah ketika diminta data terkait pertahanan oleh Anies maupun Ganjar.

Dari hasil pemaparan tersebut, Anies Baswedan memang dinilai perlu menguasai panggung ketika dalam debat dan juga mengamankan pendukungnya di luar kampanye nanti.

Yang paling penting, menurutnya adalah bagaimana Anies mempertahankan visi misi yang ia bawa sejak awal. Termasuk kepiawaiannya dalam menyiapkan data di debat terakhir capres nanti.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Description: Komisi III DPR RI mengusulkan agar RUU Polri terbaru turut mengatur netralitas anggota aktif terhadap ormas...

news | 14:28 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR M. Sarmuji mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) transparan dalam penunjukan titik SPPG dan mengeva...

news | 14:24 WIB

KSP tegaskan komitmen selamatkan aset negara. Kepala KSP Dudung Abdurachman sebut Satgas PKH berhasil amankan aset & keu...

news | 14:21 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan agar jabatan utama nonoperasional di Polri dapat diisi oleh sipil lewat revisi UU...

news | 12:51 WIB

Menkum Supratman Andi Agtas ingatkan ASN jangan main-main dengan layanan publik usai kasus korupsi Wamen Imigrasi Silmy ...

news | 12:45 WIB

Mendag Budi Santoso resmi merevisi aturan PMSE (Permendag 31/2023). Kini, pedagang online wajib punya izin usaha, dan fi...

news | 11:29 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mendukung penuh KPK mengusut dugaan korupsi izin tinggal WNA Rp145,5 miliar yan...

news | 11:24 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pastikan tarif bus Transjabodetabek, termasuk rute Blok M - Bandara Soetta naik bulan...

news | 10:07 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memberikan peringatan keras bahwa korupsi akan dikejar sampai pensiun. Kemensos kini menonaktifka...

news | 08:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung program bedah rumah (BSPS) di Bantul. Pemerint...

news | 07:15 WIB